Inilah Cara Menikmati Wine seperti Profesional

Inilah Cara Menikmati Wine seperti Profesional

- detikFood
Kamis, 28 Feb 2013 11:09 WIB
Inilah Cara Menikmati Wine seperti Profesional
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menyesap wine di pesta atau pertemuan kelas atas bisa jadi momen canggung bagi pemula. Anda mungkin jadi tak percaya diri dikelilingi orang-orang yang tampak paham cara menikmati wine yang baik dan benar. Andapun bisa tampak profesional, asal tahu caranya.

Pada acara 'Wine 101 Class' Sabtu (23/02/13) lalu di Decanter Wine House, Jakarta, pakar wine Indonesia Yohan Handoyo memberikan tips menikmati wine.


1. Memegang gelas (1)

Foto: Thinkstock
Gelas wine hampir selalu terdiri dari wadah (bowl), tangkai (stem), dan kaki (foot). Sebenarnya, dari cara memegang gelas, bisa terlihat apakah seseorang amatir atau profesional. Mereka yang canggung biasanya memegang gelas di wadahnya, seperti memegang gelas biasa. Tangannya menutupi wadah gelas, seperti memastikan bahwa gelas tersebut tak akan jatuh.

Mereka yang ingin tampak gaya memegang gelas wine dengan telapak menghadap atas, tangan seperti 'membungkus' bagian bawah wadah gelas. Tangkai gelas dijepit jari telunjuk dan jari tengah...

2. Memegang gelas (2)

Foto: Detikfood
... Sementara itu, mereka yang profesional memegang gelas wine di tangkainya, sengaja tak menempelkan tangan dengan wadah. Pasalnya, panas tubuh yang ditransfer dari tangan ke gelas lalu ke wine dapat merusak kualitas wine.

Jika Anda perokok, aroma tembakau di ujung-ujung jari juga bisa mengganggu aroma wine jika tangan Anda dekat dengan bibir gelas, yang berarti juga dekat dengan hidung Anda. Inilah fungsi tangkai pada gelas wine.

3. Melihat warna wine

Foto: Detikfood
Wine yang baik tampak bening tanpa sedimen atau benda asing apapun. Pada wine tua (sudah disimpan lama), mungkin terlihat serbuk. Serbuk tersebut aman dikonsumsi, tapi rasanya jadi tidak enak.

Pada red wine, semakin tua umurnya, semakin pudar warnanya. Hal ini berlaku sebaliknya pada white wine dan rose wine. Semakin tua umurnya, semakin gelap warnanya.

4. Memutar-mutar gelas

Foto: Thinkstock
Langkah selanjutnya adalah memutar-mutar gelas agar aroma wine lebih keluar. Dengan cara ini kita juga bisa melihat apakah bodi wine full (cairan turun dengan lambat/kental) atau light (cairan turun dengan cepat/encer). Menurut Yohan, cairan (wine leg) yang turun dengan lambat menandakan kandungan alkoholnya tinggi dan winenya lebih dry.

Profesional dengan mudah memutar wine dengan bertumpu pada tangkai gelas. Namun, seringkali hal ini sulit dilakukan oleh pemula. Salah-salah, winenya malah tumpah dan menodai baju! Jika masih canggung memutar-mutar gelas di udara, letakkan saja gelas di meja. Putar-putar tangkainya.

5. Menghirup aroma wine

Foto: Detikfood
Hirup aroma wine dengan memasukkan hidung ke dalam gelas. Terutama gelas red wine, biasanya berukuran besar, sengaja dirancang agar kita dapat menghirup aromanya. Aroma sangat menentukan persepsi rasa. Makanya, menghirup aroma wine terlebih dahulu sebelum menyesapnya akan membuat citarasa wine terasa optimal.

6. Minum

Foto: Detikfood
Setelah aroma terhirup, sesap wine perlahan. Jangan meneguknya seperti air putih apalagi menenggaknya dengan cepat seperti minuman dalam gelas shot. Minum sedikit, putar-putar wine dalam mulut selama beberapa detik, lalu telan.

Rasakan tekstur dan rasa winenya ketika di mulut dan setelah ditelan (aftertaste). Apakah rasanya simpel atau kompleks? Apakah teksturnya lean atau bulat? Yang jelas, jangan minum wine dalam perut kosong. Santaplah hidangan kecil terlebih dahulu sebelum meneguk wine.
Halaman 2 dari 7
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads