Tanpa Pengelihatan, Christine Ha Raih Gelar MasterChef!

- detikFood Selasa, 15 Jan 2013 08:56 WIB
Foto: LA Times Foto: LA Times
Jakarta - Gelar pemenang kompetisi masak tak cuma dimiliki mereka yang berpanca indera normal. Nyatanya, sebuah prestasi bergengsi, MasterChef Amerika, berhasil diraih oleh seorang penyandang tuna netra, Christine Ha. Wanita gigih ini berhasil menorehkan prestasi gemilang!

Dunia dibuat terpukau oleh pencapaian Christine. Pasalnya, ia berhasil menyingkirkan 17 pesaingnya dalam ajang MasterChef Amerika angkatan ke 3. "Banyak orang yang tidak memperhitungkan saya. Mereka pikir saya di sana sebagai gimmick untuk meningkatkan rating. Orang-orang berkata, 'apa yang ia lakukan? Apa ia mau memotong tangannya sendiri?," kata Christine seperti dimuat dalam ABC News.

Kepada situs TV Guide, Christine mengaku jika ia merasa sangat kaget saat dinobatkan sebagai pemenang pada 10 September 2012 lalu. Bahkan rasa kagetnya baru hilang sekitar 2 hari setelah pengumuman. Sebagai juara, ia membawa pulang hadiah utama sebesar $250.000 atau sekitar 2,4 Miliar Rupiah. Saat babak final, ia memasak Thai crab salad, braised pork belly, serta coconut lime sorbet.

Diakui Christine, ia sudah bertahun-tahun terbiasa masak di rumah tanpa pengelihatan. "Karena saya bisa melakukannya di rumah, saya juga bisa membuktikan pada semua orang saya bisa melakukan ini di acara televisi nasional," ungkapnya.

Tak optimalnya fungsi indera pengelihatan justru mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Christine. "Saya tidak bisa melihat apa yang orang lain lakukan, saya begitu fokus pada diri saya sendiri, dan saya kira itu sangat membantu."

Christine tak terlahir sebagai tunanetra. Ia baru kehilangan pengelihatan beberapa tahun lalu, setelah didiagnosa mengalami auto-immune disease yang menyerang saraf optiknya. Berbekal ingatan saat matanya masih berfungsi dengan baik, iapun percaya diri mengikuti kompetisi bergengsi.

Di antara berbagai persiapan meracik menu, menata makanan di atas piring menjadi bagian kesukaannya, dengan mengandalkan daya ingatnya yang tajam. Piring berwarna putih wadah selalu dipilihnya, karena warna makanan akan tampak maksimal di atas piring. Kelebihan lainnya, wanita yang lahir 33 tahun lalu di California ini mudah mengingat warna makanan.

"Saya hanya ingin orang-orang sadar jika mereka bisa membuktikannya jika ia benar-benar menginginkannya. Jika mereka memiliki semangat tersebut, Anda bisa mengalahkan semua hambatan dan tantangan untuk mencapai keinginan dan membuktikan pada dunia kalau Anda bisa. Tiap orang punya kemampuan. Jauh lebih baik dibanding yang mereka pikirkan," tutupnya.



(flo/odi)