Motif yang menjadi karakteristik springerle dihasilkan dari cetakan dan juga alat penggiling adonan. Jika umumnya alat penggiling permukaannya rata dan licin, berbeda dengan penggiling springerle. Permukaan penggiling ini sudah tercetak aneka gambar. Biasanya terbuat dari bahan kayu.
Konon, springerle pertama kali dibuat sekitar abad ke 14. Dalam bahasa Jerman, springerle sendiri diartikan sebagai βksatria kecilβ. Karena motifnya yang unik, springerle juga dijuluki sebagai kue yang mengandung karya seni tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan baku pembuatan springerle terdiri dari telur, tepung terigu, mentega dan gula halus yang diuleni hingga kalis. Adonan ini kemudian dibentuk dengan cetakan dan dipotong-potong. Adonan ini tak langsung dipanggang, melainkan didiamkan semalaman di atas loyang yang sudah ditaburi biji adas di atasnya. Biji adas ini akan meninggalkan jejak aroma harum pada springerle.
Setelah didiamkan dan mengering, adonan springerle siap dipanggang. Rasanya renyah-renyah manis. Paling cocok disantap sambil minum teh ataupun kopi saat santai.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN