Frank Labeyrie dari Chateau du Coureau di CΓ΄tes de Bordeaux Cadillac yakin jawaban yang tepat adalah di bawah laut. Labeyrie yakin bahwa laut yang mempunyai suhu dingin yang konstan, tanpa oksigen, dan tanpa cahaya membantu wine menua perlahan. Hal ini menjaga intensitas buah lebih lama, dan memperkuat rasa wine. Ia sendiri sudah menyimpan 10.000 botol wine di teluk Arcachon selama 5 tahun ini di kedalaman 5 m.
Untuk keamanan botol wine dari tekanan bawah laut, wine ditaruh dalam kotak berlapis stainless steel yang mampu menahan tekanan hingga satu ton per meter kubik. Masing-masing kotak disegel dengan lilin di atas gabus botol dan kapsul asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Labeyrie telah bekerjasama dengan perusahaan pemeliharaan laut, yang ikut mendanai penelitian ini dan akan menyediakan perahu dengan robot bawah laut yang dibutuhkan untuk mengambil wine tersebut.
Foad Zahedi, direktur Jifmar, mengatakan kepada Decanter.com bahwa penelitian saat ini sedang berlangsung pada kedalaman 250 m. "Tes telah berhasil, meskipun kami memiliki masalah dengan beberapa gabus. Kami memiliki tim 10 orang yang bekerja paruh waktu pada logistik dan penelitian,β demikian ujarnya.
Penyimpanan wine bawah laut yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp.199.240 per botol per tahun, dengan jumlah minimum botol per kontainer. Proyek ini akan resmi diluncurkan pada bulan Juni 2013.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN