Menteri Malaysia Sebut Restoran Tanpa Sertifikat Halal Belum Tentu Haram

Maya Safira - detikFood Selasa, 08 Nov 2016 10:00 WIB
Foto: GettyImages/TheMalayMailOnline
Jakarta - Sertifikasi halal tentu untuk kukuhkan kehalalan sebuah restoran. Namun bukan berarti tanpa sertifikat restoran itu jadi tidak halal.

Jamir Khir Baharom, menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, mengatakan bahwa muslim seharusnya tidak berasumsi bahwa tempat makanan yang tidak bersertifikat halal otomatis menjadi haram. Jamir Khir yang membidangi urusan Islam ini menyebut banyak bisnis milik muslim tidak memiliki sertifikasi halal dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), lapor The Malay Mail Online (02/11).

"Kita tidak bisa menarik kesimpulan sederhana seperti itu. Ada banyak gerai nasi lemak Melayu, roti canai dan lainnya yang belum mendaftar sertifikasi halal tapi banyak orang masih makan di sana," ujar Jamir Khir dalam pidatonya untuk debat Budget 2017 di Dewan Rakyat (02/11).

Menteri Malaysia Sebut Restoran Tanpa Sertifikat Halal Belum Tentu HaramFoto: GettyImages/TheMalayMailOnline

Ia juga menyampaikan tidak terlalu perlu bagi tempat makan mendapat sertifikasi halal. Tapi menganjurkan mereka tetap mendapatkannya guna mencegah kebingungan konsumen.

"Kami paham bahwa ketika mereka sudah memiliki sertifikat halal, maka bisa meningkatkan keyakinan konsumen," tambahnya.

Makanan atau minuman juga diganti nama agar tidak membingungkan konsumen, terutama di daerah pedesaan. Misalnya saja "root beer".

"Ketika Anda mengatakan root beer, orang di pedesaan akan bertanya apakah ini root atau beer. Situasi ini menjadikan sertifikasi halal memainkan peran dalam pemasaran, tapi tidak wajib," lanjut Jamir Khir.

Menteri Malaysia Sebut Restoran Tanpa Sertifikat Halal Belum Tentu HaramFoto: GettyImages/TheMalayMailOnline

Belum lama ini perhatian global memang sempat tertuju pada proses sertifikasi halal Malaysia. Setelah dilaporkan bahwa jaringan pretzel Auntie's Anne gagal mendapat sertifikasi halal karena salah satunya ada menu "pretzel dog".

Jakim kemudian membantah bahwa hal itu menjadi permasalahannya. Meskipun pedoman mereka menyatakan bahwa makanan halal tidak boleh sama dengan nama produk haram seperti bir, bacon dan ham. (ani/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com