Atlet Muslim Bisa Nikmati Makanan Halal di Olimpiade Rio

Atlet Muslim Bisa Nikmati Makanan Halal di Olimpiade Rio

Maya Safira - detikFood
Selasa, 09 Agu 2016 11:41 WIB
Foto: International Quran News Agency
Jakarta - Ada puluhan ribu makanan tersaji untuk atlet dan anggota delegasi di Olimpiade Rio. Bagi atlet muslim, tersedia makanan dengan label halal.

Brazil Islamic Center telah berupaya menyediakan makanan berlabel halal untuk atlet muslim di Olimpiade Rio 2016, lapor Mehr News Agency (06/08). Islamic Center ini sudah menyusun proyek selama 8 bulan guna penyediaan makanan halal dalam Olimpiade.



Mereka meyakinkan komite penyelenggara Olimpiade, International Olympic Committee (IPC), untuk mengenali praktek persiapan makanan dalam Islam. Selama negosiasi, komite penyelenggara berkomitmen untuk menyajikan makanan halal bagi atlet muslim.

Brazil Islamic Center menyediakan makanan halal bagi delegasi muslim di Rio. Untuk tujuan ini, dapur terpisah telah dirancang di Olympic village. Seluruh sistem katering, persiapan dan distribusi makanan diawasi Islamic Center.



Sementara itu, proyek makanan halal sesuai dengan standar kesehatan komite penyelenggara Olimpiade. Para pekerja dan juru masak juga memakai seragam sehingga mudah dikenali. Mereka hanya boleh berjalan bolak-balik ke area dimana makanan non-halal didistribusikan dan dilarang masuk bagian ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Selain dapur, Olympic village juga memiliki ruang makan besar. Bisa menampung lebih dari 2.000 atlet dan manajer dari delegasi muslim.

Area makan di Olympic village menyediakan sekitar 65.000 makanan kepada lebih dari 18.000 atlet dan anggota delegasi. International Quran News Agency (06/08) menyebut sebanyak 8.000 diantaranya disiapkan untuk muslim dan diberi label halal.



Adapun Islamic Center di Brazil telah bekerja selama 20 tahun dalam industri makanan halal dengan industri lebih luas Brazil. Islamic Center ini pun ikut menyediakan makanan halal dalam acara besar lainnya seperti 2014 FIFA World Cup dan Rio+20 tahun 2012. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads