Laboratorium Pengujian Makanan Halal akan Beroperasi di Davao Tahun Depan

Laboratorium Pengujian Makanan Halal akan Beroperasi di Davao Tahun Depan

Maya Safira - detikFood
Jumat, 01 Jul 2016 18:04 WIB
Foto: iStock/Business World Online
Jakarta - Kota Davao di Filipina semakin matang dalam mempersiapkan industri halal. Sebuah laboratorium khusus untuk mendukung produksi makanan halal akan berjalan awal tahun 2017.

Assistant Regional Director, Mirasol G. Domingo, dari Departement Science and Technology (DOST) di Davao mengatakan sekitar P49 juta (Rp 13,6 milyar) telah dialokasikan untuk proyek laboratorium, lapor Business World Online (30/06). Keberadaannya diharapkan akan membantu produsen makanan halal mempersiapkan perluasan pasar domestik dan internasional.

Domingo menyebut program ini akan memastikan standar keamanan yang ketat. Sehingga produk diuji apakah mengandung zat yang dilarang dalam Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa laboratorium telah dilengkapi peralatan modern untuk menguji bahan makanan. Terutama keberadaan babi dan alkohol. Begitu pula dengan bahan lainnya yang dilarang dalam Islam seperti daging dari anjing, kuda, katak, kucing serta bagian serangga.

Regional director DOST, Anthony C. Sales, ikut menyampaikan bahwa laboratorium akan membantu usaha kecil dan menengah dalam meningkatkan daya jual produknya.

Berdirinya laboratorium halal merupakan usaha terbaru dari sektor swasta dan pemerintah dalam memperluas pasar makanan untuk pemeluk muslim lokal dan wisatawan muslim. Industri pariwisata Filipina, melalui arahan Departemen Pariwisata, telah didorong untuk akreditasi halal baik hotel, resort dan restoran.

Asisten Sekretaris, Arturo P. Boncato, Jr. yang memimpin program mengatakan industri pariwisata bersama National Commission on Muslim Filipinos telah melibatkan CrescentRating, sebuah perusahaan akreditasi Halal di Singapura yang dikelola swasta. Perusahaan telah mengakreditasi 50 perusahaan terkait wisata. Diantaranya 10 di Davao, 10 di Boracay, 10 di Cebu dan 20 di Metro Manila.

Boncato menyampaikan juga bahwa pemerintah sedang mencari cara memperluas program dengan cara memasukkan lebih banyak perusahaan dalam proses akreditasi halal. (lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads