China Ajak Pakistan untuk Masuki Pasar Makanan Halal

China Ajak Pakistan untuk Masuki Pasar Makanan Halal

Maya Safira - detikFood
Senin, 27 Jun 2016 19:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Pakistan menjadi eksportir beras kedua terbesar di China. Karena itu Pakistan dianggap punya kesempatan untuk masuk pasar makanan halal di sana.

Ye Anping, Direktur untuk Asia dan Afrika dari Departemen Internasional Kementerian Pertanian China, mengatakan bahwa Pakistan memiliki kesempatan untuk memasuki pangsa cukup besar di pasar makanan halal. Begitu juga dengan pemenuhan permintaan buah-buahan, terutama mangga, melalui daya saing lebih baik dari segi kualitas dan harga.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbicara pada sekelompok wartawan dari Asia Selatan yang mengunjungi China, Ye Anping mengatakan Pakistan dan China sebaiknya masuk dalam perjanjian karantina pertanian dan ternak. Ini dilakukan sebagai cara memuluskan jalan ekspor daging dan produk pertanian ke Beijing, lapor The Express Tribune (26/06).

Menjawab sebuah pertanyaan, Ye Anping mengatakan neraca perdagangan produk pertanian mendukung Pakistan. Sebab tahun 2015 China mengimpor produk pertanian seperti beras sebesar 85%, senilai $430 juta dari Pakistan. Sementara ekspor buah dan sayuran bernilai $320 juta.

"China tidak ingin mengurangi defisit perdagangan karena ingin memperluas perdagangan pertanian untuk memenuhi permintaan domestik," tambah Ye.



Ye menekankan bahwa negara-negara yang tertarik meningkatkan ekspor produk ke China perlu memahami permintaan pasar China dan harus menjadi sangat kompetitif.

Ia mengakui bahwa biaya produk pertanian China relatif tinggi. Beijing telah berubah jadi importir terbesar barang-barang pertanian di dunia sejak 2012, karena penyusutan tanah yang dapat ditanam secara terus-menerus.

Ye juga mengajak negara-negara yang tertaik mendapatkan akses ke pasar halal China untuk menghadiri China-Arab States Expo. Pameran berlangsung di wilayah otonomi Ningxia Hui setiap dua tahun pada bulan September. (msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads