Pada Selasa (03/11), situs berita Young Journalist Club mengabarkan keberadaan restoran KFC Halal. Polisi disebut telah menutup restoran 'KFC' tersebut karena tidak memiliki otorisasi dan beroperasi di bawah lisensi palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut manager Halal KFC, Abbas Pazuki, restoran dengan gambar mirip Colonel Sanders tersebut ditutup karena kesalahpahaman dan restoran tidak berafiliasi dengan KFC Amerika.
"Kami merupakan bagian dari merek KFC Halal yang berasal dari Turki. Pemiliknya adalah muslim dan target pasarnya negara-negara muslim," ujar Pazuki.
Dalam laporan ABC News, Pazuki menyebut restoran ayam goreng bersertifikat halal asal Turki itu merupakan saingan dari KFC Amerika.
Setelah kesepakatan nuklir antara Iran dan negara berkuasa pada bulan Juli, beberapa negara barat melirik hubungan bisnis dengan Iran. Pemulihan hubungan juga membuat jaringan cepat saji Amerika seperti McDonald's dan KFC disebut-sebut menjajaki kemungkinan buka cabang di Iran. Akan tetapi ini menjadi perdebatan di antara kaum konservatif Iran.
"Tidak ada jaringan cepat saji Amerika di Iran. Produk makanan dari KFC Iran tidak ada hubungannya dengan KFC. Sesuai perintah pemimpin tertinggi (Ayatollah Ali Khamenei), kami tidak memberikan otorisasi untuk merek Barat di sektor makanan cepat saji," jelas Ali Fazeli, kepala ruang dagang Iran kepada kantor berita ILNA.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN