Lokasinya yang dekat dengan ibukota, membuat Bogor jadi alternatif tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Peningkatan jumlah wisatawan dari waktu ke waktu turut berpengaruh pada bisnis kuliner di sana. Kebutuhan pangan untuk dikonsumsi, menjadikan Bogor tujuan wisata kuliner setelah Bandung. Hal ini disampaikan Walikota Bogor pada pembukaan Bogor Halal Fair.
"Dengan demikian, bisnis kuliner berkembang sangat prospektif. Termasuk kuliner halal yang sangat dibutuhkan bukan saja oleh umat Muslim, tetapi juga masyarakat secara umum," tutur Bima Arya, seperti dilansir dari halalmui.org (07/06).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bogor Halal Fair yang berlangsung 5-7 Juni lalu merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Bogor. Tujuannya untuk memberikan wawasan kepada para pelaku usaha Industri Kecil dan Mikro (IKM) tentang urgensi produksi halal dan jaminan produk halal.
Selain itu, Bogor Halal Fair dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan produk pangan halal. Terutama bagi mayoritas Muslim yang menjadi warga Bogor maupun wisatawan.
Β
Kegiatan ini juga memberi informasi dan mempromosikan produk halal kepada dunia usaha maupun masyarakat secara umum. Keberadaannya dapat memotivasi para pelaku usaha, terutama bidang pangan, agar dapat menghasilkan produk yang halal. Bogor Halal Fair dapat mendukung Program Khusus 'Bogor Kota Halal' yang dicanangkan Pemerintah Kota.
Β
LPPOM MUI hadir dalam Bogor Halal Fair untuk memberikan sosialisasi dan edukasi halal kepada masyarakat. Tampak antusiasme masyarakat terhadap halal sangat tinggi. Pada hari pertama, tidak kurang dari 30 orang berkunjung untuk konsultasi tentang halal. Baik para pengusaha, mahasiswa maupun masyarakat lainnya dari berbagai profesi.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN