Sebelum mengonsumsi es krim, pastikan kehalalannya dengan memeriksa keberadaan logo halal MUI dan nomor sertifikat halal yang valid di kemasannya. Pastikan juga es krim tersebut sudah mendapat izin dari Badan POM dan Departemen Kesehatan agar terjamin keamanannya.
Inilah titik kritis keharaman es krim yang perlu diwaspadai muslim, seperti dikutip dari Jurnal Halal No. 107/2014 dan berbagai sumber:
|
Foto: Getty Images
|
1. Susu
|
Foto: Getty Images
|
Produk turunan susu seperti sweet cream buttermilk dan bubuk whey juga bisa dijadikan sumber padatan susu. Kita perlu waspada terhadap bubuk whey yang merupakan hasil sampingan penggumpalan susu pada pembuatan keju atau kasein. Biasanya proses ini menggunakan asam atau enzim dari hewan (sapi, babi) atau mikroorganisme.
1. Susu
|
Foto: Getty Images
|
Produk turunan susu seperti sweet cream buttermilk dan bubuk whey juga bisa dijadikan sumber padatan susu. Kita perlu waspada terhadap bubuk whey yang merupakan hasil sampingan penggumpalan susu pada pembuatan keju atau kasein. Biasanya proses ini menggunakan asam atau enzim dari hewan (sapi, babi) atau mikroorganisme.
2. Lemak
|
Foto: Getty Images
|
Sebagai pengganti lemak hewani, kini banyak digunakan lemak nabati seperti lemak kedelai dan lemak kelapa. Bahan-bahan tersebut tak rawan kehalalannya.
2. Lemak
|
Foto: Getty Images
|
Sebagai pengganti lemak hewani, kini banyak digunakan lemak nabati seperti lemak kedelai dan lemak kelapa. Bahan-bahan tersebut tak rawan kehalalannya.
3. Pemanis
|
Foto: Getty Images
|
Beberapa produk pemanis menggunakan proses hidrolisis enzimatik, di mana salah satu enzim yang diperlukan adalah alfa-amilase. Enzim ini dapat diperoleh dari mikroorganisme atau hewan, sehingga perlu dipastikan dulu kehalalannya.
3. Pemanis
|
Foto: Getty Images
|
Beberapa produk pemanis menggunakan proses hidrolisis enzimatik, di mana salah satu enzim yang diperlukan adalah alfa-amilase. Enzim ini dapat diperoleh dari mikroorganisme atau hewan, sehingga perlu dipastikan dulu kehalalannya.
4. Penstabil
|
Foto: Getty Images
|
Selain itu kita juga perlu mewaspadai penggunaan xanthan gum yang merupakan hasil fermentasi. Jadi, kehalalannya tergantung media yang digunakan saat membuat xanthan gum.
Selain gelatin dan xanthan gum juga ada penstabil dari tanaman (gum arabic, pektin), rumput laut (karagenan, alginat, agar-agar), dan turunan selulosa (karboksimetil selulosa, CMC).
4. Penstabil
|
Foto: Getty Images
|
Selain itu kita juga perlu mewaspadai penggunaan xanthan gum yang merupakan hasil fermentasi. Jadi, kehalalannya tergantung media yang digunakan saat membuat xanthan gum.
Selain gelatin dan xanthan gum juga ada penstabil dari tanaman (gum arabic, pektin), rumput laut (karagenan, alginat, agar-agar), dan turunan selulosa (karboksimetil selulosa, CMC).
5. Pengemulsi
|
Foto: Getty Images
|
Lesitin dari kedelai umumnya aman. Namun, lesitin juga bisa diekstrak dari bahan-bahan lain seperti telur dan otak binatang. Selain itu, lesitin juga bisa ditambahi enzim tertentu yang belum tentu halal untuk meningkatkan efektivitas pengemulsiannya. Monogliserida juga bisa berasal dari hewan atau tumbuhan, sehingga belum jelas kehalalannya.
5. Pengemulsi
|
Foto: Getty Images
|
Lesitin dari kedelai umumnya aman. Namun, lesitin juga bisa diekstrak dari bahan-bahan lain seperti telur dan otak binatang. Selain itu, lesitin juga bisa ditambahi enzim tertentu yang belum tentu halal untuk meningkatkan efektivitas pengemulsiannya. Monogliserida juga bisa berasal dari hewan atau tumbuhan, sehingga belum jelas kehalalannya.
6. Perisa
|
Foto: Getty Images
|
6. Perisa
|
Foto: Getty Images
|
7. Pewarna
|
Foto: Getty Images
|
Pewarna biasanya tak berada dalam bentuk murninya, melainkan dilarutkan, dibuat jadi emulsi, atau disalut (enkapsulasi). Jadi, kehalalannya tergantung bahan pelarut, pengemulsi, dan penyalutnya. Selain itu, pewarna yang digunakan harus food grade agar aman dikonsumsi.
7. Pewarna
|
Foto: Getty Images
|
Pewarna biasanya tak berada dalam bentuk murninya, melainkan dilarutkan, dibuat jadi emulsi, atau disalut (enkapsulasi). Jadi, kehalalannya tergantung bahan pelarut, pengemulsi, dan penyalutnya. Selain itu, pewarna yang digunakan harus food grade agar aman dikonsumsi.
Halaman 2 dari 16

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN