Menurut pihak dewan kota, DNA babi ditemukan dalam burger ayam merek Humza kemasan isi 20 dengan tanggal kedaluwarsa 10 Mei 2013. Produk ini didistribusikan oleh Roshan Foods. Namun, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa burger tersebut menyebabkan kontaminasi.
Seorang juru bicara mengatakan bahwa kandungan babi ini terungkap saat dewan kota justru ingin membuktikan kecurigaan bahwa daging burger tersebut mengandung daging kuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mengaku khawatir temuan tersebut hanyalah puncak dari gunung es yang tampak. Atau, dengan kata lain, masih banyak kasus semacam ini yang belum terungkap.
"Sekali lagi, konsumen muslim dikecewakan oleh beberapa perusahaan yang hanya peduli dengan kantungnya sendiri, bukan soal halal dan haram," ujarnya, seperti diberitakan situs meatinfo.co.uk (28/03/2014). Yang paling menyedihkan, menurut Chishti, adalah perusahaan penyedia daging burger tersebut dikenal sebagai perusahaan muslim.
"Kami meminta Badan Keamanan Pangan dan Dewan Kota Birmingham tak bersikap lunak kepada mereka hanya karena mereka muslim. Pemerintah harus menginvestigasi dan menghukum mereka seperti perusahaan lain," tegas Chishti.
Kasus kandungan daging babi dalam makanan halal sudah beberapa kali terjadi di Inggris, mulai dari pastry, burger daging domba, sampai sosis. Kasus mirip juga pernah terjadi di Swedia, Swiss, dan Norwegia.
Bukan berarti Asia aman dari kejadian semacam itu. September tahun lalu di Shaanxi, Tiongkok, 20.000 kg daging babi dipalsukan menjadi daging sapi. Isu bakso daging sapi yang ternyata daging babi juga pernah menyebar di Indonesia pada penghujung 2012.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN