Pada Konferensi Halal Eropa ke-2 di Cologne, Jerman (27/01/2014), jajaran eksekutif TSE mengatakan bahwa mereka akan segera menerima aplikasi di Jerman. Ada hampir lima juta muslim di negara ini yang kebanyakan berasal dari Turki.
Sejauh ini, TSE sudah menyelesaikan lebih dari 200 aplikasi di Turki serta mengeluarkan 205 sertifikat halal untuk makanan dan minuman. Sertifikat ini merujuk pada standar umum yang dikembangkan Institut Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yazar, para ahli TSE fokus kepada rincian teknis, sementara para pakar di Direktorat Urusan Agama Turki menilai dari segi agama.
"Direktorat Urusan Agama yang mengambil keputusan akhir. Bahkan jika aplikasinya lolos seluruh riset dan uji teknis namun para ahli dari Direktorat Urusan Agama punya sedikit kecurigaan saja terhadap datanya, kami tak akan mengeluarkan sertifikat untuk aplikasi tersebut," jelas Yazar.
TSE akan bekerja sama dengan Persatuan Urusan Agama Turki-Islam (DITIB) yang berbasis di Cologne, Jerman. Lembaga ini adalah badan Islam terbesar di Jerman yang bekerja sama dengan Direktorat Urusan Agama Turki.
TSE mulai mengadakan seminar untuk anggota-anggota DITIB yang akan mengevaluasi aplikasi makanan dan minuman halal di Jerman. Menurut situs Halal Focus (30/01/2014), rekan TSE dalam menerima pengajuan sertifikasi halal di Jerman adalah TSplus.
Perkembangan pasar makanan dan minuman halal di Jerman diperkirakan memiliki nilai tahunan lima miliar euro. Ada sekitar 400 perusahaan di Jerman yang memroduksi makanan dan minuman halal. Jumlah produk halal di pasaran telah mencapai empat ribu produk di seluruh Eropa.
Sebelumnya, sertifikat pangan halal sempat membingungkan konsumen muslim dan Turki karena ketidakseragaman standar serta sertifikat halal berbeda yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga yang belum mendapat pengakuan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN