Halal Verified Engine Permudah Proses Sertifikasi Halal di Malaysia

Halal Verified Engine Permudah Proses Sertifikasi Halal di Malaysia

- detikFood
Rabu, 05 Mar 2014 15:29 WIB
Foto: DagangHalal
Jakarta - Proses sertifikasi halal di Malaysia kini semakin mudah dan cepat. DagangHalal Berhad, portal perdagangan produk dan jasa halal terbesar di dunia, memperkenalkan Halal Verified Engine (HVE).

Seperti dilansir agensi berita pemerintah Malaysia BERNAMA, database HVE berfungsi sebagai pusat daftar produk, jasa, dan badan sertifikasi halal yang telah dinyatakan halal oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM). Database ini menggunakan cloud computing.

Pemimpin eksekutif grup DagangHalal Mohamed Hazli Mohamed Hussain mengatakan HVE memiliki lebih dari 100.000 produk dan jasa. Angka ini meliputi sektor makanan dan minuman, tempat pemotongan hewan, logistik, farmasi, kosmetik, dan bahan baku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya adalah bahan baku impor yang telah memperoleh persetujuan badan sertifikasi halal di negaranya yang terdaftar di JAKIM.

"Dengan metode ini, pelamar hanya perlu mengunduh sertifikat halal dari HVE tanpa harus mengontak produsen bahan baku tersebut. Cara ini tak hanya mempermudah si pelamar, tapi juga membantu JAKIM memastikan keaslian sertifikatnya," ujar Hussain.

Diluncurkan pada 11 Desember 2013, HVE kini dapat diakses oleh perusahaan dari berbagai sektor, termasuk hotel, restoran cepat saji, dan badan sertifikasi halal asing. DagangHalal mengeluarkan hampir 3,5 juta ringgit (Rp 12,36 miliar) untuk mengembangkan database ini.

HVE kini memiliki 260 perusahaan terdaftar. Ada 73 lembaga halal di seluruh dunia yang diakui JAKIM, 57 di antaranya badan halal nonpemerintah. DagangHalal menargetkan jumlah totalnya naik menjadi 10.000 perusahaan dalam dua tahun ke depan.

Dari 260 perusahaan tersebut, 26 lembaga sertifikasi halal asing telah sepakat memberikan daftar bahan yang telah mereka sertifikasi kepada HVE. Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah pelamar mendapatkan sertifikat halal atas bahan yang mereka gunakan.

Menurut Hussain, proses memeriksa keaslian sertifikat halal adalah penyebab utama lamanya proses sertifikasi. Terutama ketika pelamar ingin mengubah nama produk, jenis produk, dan tanggal keabsahan yang sudah kedaluwarsa.

Masalah ini bisa dihindari dengan HVE yang memiliki fitur keamanan seperti Quick Response Code (QR Code). Tujuannya adalah menghindari pemalsuan, khususnya oleh badan sertifikasi internasional.

Selain itu, fasilitas ini juga dapat memastikan sertifikat halal yang sudah diunduh jelas dan dapat dimengerti JAKIM. Berbeda dengan yang diperoleh sendiri, yang bisa rusak jika dikirim lewat pos dan faksimili serta bisa hilang saat diantar.

HVE juga meyakinkan sertifikat halal yang mendekati tanggal kedaluwarsa hanya dapat dilihat dan tidak dapat diunduh demi mencegah pemalsuan sertifikat.

Sebelumnya, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah meluncurkan Certification Online – Service System 23000 (CEROL-SS 23000). Pada ulang tahunnya yang ke-25, lembaga ini juga meluncurkan aplikasi mobile Pro Halal MUI.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads