Semakin Banyak Hotel di Dubai Nyatakan Bebas Alkohol

Semakin Banyak Hotel di Dubai Nyatakan Bebas Alkohol

- detikFood
Jumat, 25 Okt 2013 18:10 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebagai kota ketujuh yang paling banyak dikunjungi di dunia pada 2010, pariwisata adalah hal penting bagi Dubai, Uni Emirat Arab. Kota ini menjadi pusat gaya hidup para turis di Timur Tengah. Minuman beralkoholpun cukup mudah ditemukan di sini.

Namun, CEO Kamar Dagang dan Industri Dubai Hamad Buamim mengatakan bahwa kini semakin banyak hotel memilih menjadi zona bebas alkohol. Hal ini dilakukan untuk memasuki pasar Islam yang semakin berkembang dan menguntungkan.

Alkohol dapat disajikan secara legal di hotel dan tempat olahraga berlisensi di seluruh Dubai. Undang-undang liberalpun menarik wisatawan dan ekspatriat berbondong-bondong datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurut Buamim, peningkatan pelancong muslim, terutama yang punya banyak uang dan berasal dari negara-negara minyak kaya seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar, membuat para investor mengubah taktik.

"Sebagian hotel mulai beberapa tahun lalu tidak menyuguhkan alkohol atau bisa disebut hotel halal. Kami melihat jumlahnya semakin bertambah," ujar Buamim, seperti dilansir Halal Focus (01/10/13).

Buamim berpendapat bahwa dorongan ini berasal dari investor itu sendiri. "Banyak orang mengatakan bahwa turis Saudi adalah pasar terbesar yang datang ke Dubai... dan kita tahu bahwa orang Saudi, terutama yang datang bersama keluarga, menyukai hotel dengan label halal," katanya.

Persentase hotel bebas alkohol memang sedikit dibanding total kamar di Dubai. Namun, Buamim dengan yakin mengatakan bahwa jumlahnya semakin bertambah. "Pemerintah tak memberi batasan jumlah minimal, namun kami mendorong investor untuk mempertimbangkan hal ini," ujar Buamim.

Ia menambahkan, sepertiga dari wisatawan di Dubai berasal dari negara-negara muslim. "Tentu saja pelancong muslim tak harus selalu menginap di hotel bebas alkohol, namun ini adalah peluang," ucap Buamim.

Menurutnya, Dubai selalu dipasarkan ke luar negeri dengan gaya hidup tertentu. Buamim berpendapat bahwa hal ini bisa didorong lebih jauh dengan masuk ke pasar lain dan memasarkan Dubai dengan imej berbeda.

Negara Teluk lain memiliki banyak hotel bebas alkohol sekaligus dry zones (area terlarang bagi alkohol). Kuwait dan Arab Saudi benar-benar bebas dari alkohol, sementara minuman keras tak dijual bebas di Qatar.

Pada Desember 2011, alkohol dilarang di Pearl Qatar, Doha. Larangan ini dituduh sebagai penyebab jatuhnya pendapatan dan tutupnya banyak restoran di sana beberapa bulan kemudian. Termasuk pula restoran milik chef internasional Gordon Ramsay, Maze.

Meski demikian, general manager penyewaan ritel pengembang pulau tersebut, Ehab Kamel, berpendapat bahwa perubahan ini justru menarik lebih banyak pengunjung.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads