Kawasan Yinchuan, China Mantap Bidik Pasar Halal

Kawasan Yinchuan, China Mantap Bidik Pasar Halal

Flora Febrianindya - detikFood
Senin, 26 Agu 2013 11:03 WIB
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kawasan Yinchuan di Ningxia Hui, China juga tertarik masuk ke dalam pasar halal. Setelah krisis keuangan tahun 2008, Yanchuanpun membidik komunitas muslim dunia. Fokus produknya adalah makanan halal, dengan destinasi tujuan kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, juga Asia Tengah.

Dua dekade terakhir, kawasan Yinchuan dikenal sebagai penghasil mesin, garmen, karbon aktif, juga produk eletronik. Namun krisis keuangan di tahun 2008 membuat pemerintah Yinchuan membidik pasar lain yang lebih menjanjikan.

"Untuk merestrukturisasi pasar dan produk ekspor, kami mulai membidik komunitas halal dunia untuk mengekspor makanan halal, khususnya untuk pasar di Timur Tengah, Asia Tenggara dan sebagian Asia Tengah," kata Ma Li, selaku pemimpin Yinchuan, seperti dimuat dalam China Daily (23/08/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ma Li, meski belum bisa bersaing dengan kawasan lain di China, namun strategi yang dilakukan diyakini bisa meningkatkan pendapatan Yinchuan. "Fokus pada kawasan pasar yang spesifik yang sudah familiar adalah cara yang efektif untuk daerah pedalaman seperti kita untuk meningkatkan perdagangan," jelas Ma Li.

Seperti dikutip dari media Yinchuan Customs, tahun lalu, hubungan dagang antara Yinchuan dan negara Arab meningkat 3,5 persen dibanding tahun lalu, dan menginjak angka lebih dari Rp 15 triliun. Sementara itu, industri makanan halal berkontribusi sebanyak 47 persen dalam angka tersebut.

Meningkatnya permintaan akan makanan halalpun diakui Tian Yunhe dari Ningxia Jingyitai Halal Food Co Ltd. Tak hanya produk sepatu dan pakaian, pebisnis dari negara Arab juga tertarik membeli makanan halal buatan Yinchuan, terlebih selama hari-hari besar umat Islam.

"Jumlah muslim yang menunaikan ibadah haji ke Mekah juga meningkatkan permintaan makanan halal ke Arab saudi. Tiap tahunnya catering dan industri jasa setempat harus mengimpor makanan dalam jumlah besar dari negara seperti China dan Pakistan yang harganya lebih murah dibanding produk serupa di Qatar, Yordania, Mesir dan Algeria," ujar Tian Yunhe dalam China Daily (23/08/2013).

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads