Dua dekade terakhir, kawasan Yinchuan dikenal sebagai penghasil mesin, garmen, karbon aktif, juga produk eletronik. Namun krisis keuangan di tahun 2008 membuat pemerintah Yinchuan membidik pasar lain yang lebih menjanjikan.
"Untuk merestrukturisasi pasar dan produk ekspor, kami mulai membidik komunitas halal dunia untuk mengekspor makanan halal, khususnya untuk pasar di Timur Tengah, Asia Tenggara dan sebagian Asia Tengah," kata Ma Li, selaku pemimpin Yinchuan, seperti dimuat dalam China Daily (23/08/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari media Yinchuan Customs, tahun lalu, hubungan dagang antara Yinchuan dan negara Arab meningkat 3,5 persen dibanding tahun lalu, dan menginjak angka lebih dari Rp 15 triliun. Sementara itu, industri makanan halal berkontribusi sebanyak 47 persen dalam angka tersebut.
Meningkatnya permintaan akan makanan halalpun diakui Tian Yunhe dari Ningxia Jingyitai Halal Food Co Ltd. Tak hanya produk sepatu dan pakaian, pebisnis dari negara Arab juga tertarik membeli makanan halal buatan Yinchuan, terlebih selama hari-hari besar umat Islam.
"Jumlah muslim yang menunaikan ibadah haji ke Mekah juga meningkatkan permintaan makanan halal ke Arab saudi. Tiap tahunnya catering dan industri jasa setempat harus mengimpor makanan dalam jumlah besar dari negara seperti China dan Pakistan yang harganya lebih murah dibanding produk serupa di Qatar, Yordania, Mesir dan Algeria," ujar Tian Yunhe dalam China Daily (23/08/2013).
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN