Produk Halal Diharapkan Bisa Terus Berinovasi

Produk Halal Diharapkan Bisa Terus Berinovasi

- detikFood
Rabu, 10 Apr 2013 16:59 WIB
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Agar lebih siap menghadapi kompetisi pasar yang lebih luas, produsen produk halal harus meningkatkan kompetensi. Salah satunya dengan melakukan berbagai inovasi dalam pengembangan produknya sehingga mampu bersaing.

Inovasi terhadap produk halal memang harus dilakukan, tanpa menggeser aturan agama yang sudah ditetapkan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Prof. Pervaiz K Ahmad selaku peneliti dari Monash University.

"Industri halal harus inovatif dan lebih efisien untuk menjaga kompetisi. Agar hal ini terjadi, harus dilakukan identifikasi komponen utama dalam industri tersebut," kata Pervaiz pada The Malaysian Reserve, dan dimuat dalam Halal Focus (09/04/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, kepala Strategy Research Group di Monash University ini melakukan penelitian untuk melihat kecenderungan pasar halal. Bersama belasan peneliti lainnya, mereka melihat pola perilaku pasar halal di Malaysia melalui model halal ecosystem, yang menitikberatkan pada 4 konsep yaitu kompetisi, kapabilitas, kolaborasi, dan juga komitmen.

Seperti dimuat dalam situs resmi Monash University, ada beberapa komponen yang menjadi elemen penting dalam halal ecosystem. 4 elemen penting itu termasuk precepts and philosophy, processes, products and services, juga positioning.

"Tanpa melihat arah patokan yang ada, model bisnis Anda akan jadi biasa saja, dan tidak bisa berkompetisi dengan model yang sudah ada. Sistem ini bisa digunakan untuk memenuhi tantangan dan masalah yang dihadapi industri halal Malaysia," ungkapnya. Pervaiz juga mengakui jika adanya logo halal pada kemasan makanan bisa meningkatkan daya saing.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads