Doner Kebab Halal Terbaik di Bavaria Utara

Doner Kebab Halal Terbaik di Bavaria Utara

- detikFood
Selasa, 03 Jan 2012 18:30 WIB
Foto: expatica.com
Jakarta - Kedai kebab yang berada di kota kecil Bavaria bagian Utara ini sedikit unik. Dagingnya diperoleh dari rumah jagal halal milik keluarga Kristiani di kota tersebut. Namun, kualitas daging halal yang ditawarkan membuatnya jadi salah satu doner kebab terbaik di kawasan Bavaria Utara.

Di Jerman kira-kira terdapat 15.000 gerai doner kebab. Dimana kebab telah menjadi salah satu makanan cepat saji favorit di negara tersebut. Dan sekitar 200-300 ton daging doner diproduksi setiap harinya di kota Furth, sebelah utara Bavaria. Namun banyak kebab yang masih diragukan bahan-bahannya mengingat dagingnya merupakan hasil dari industri masal.

Tapi ada satu yang berbeda dari ribuan kedai kebab di seluruh Jerman. Di kaca kedai yang satu ini tertempel tulisan, "Daging berkualitas dari BΓ€rlein-Denterlein." Sebuah nama Franconian yang cukup tua untuk sebuah kedai snack Turki. Tak heran, nama tersebut mengundang misteri bagi sebagian orang Jerman yang membacanya. Setiap harinya banyak pelanggan yang duduk santai sambil melahap doner kebab di kedai tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironisnya BΓ€rlein-Denterlein merupakan seorang Kristiani, pemilik sebuah rumah potong hewan di kawasan industri Neustadt. Dimana bisnis pemotongan hewan halal yang dijalankan keluarga tersebut akhirnya berhasil menuai banyak keuntungan dari para imigran Turki dan Kurdi. Sembilan puluh lima persen daging dari rumah potong tersebut diperuntukan untuk kedai doner kebab sedangkan sisanya didistribusikan ke supermarket Turki setempat.

Banyaknya kedai doner kebab membuat persaingan di bisnis tersebut semakin ketat dan setiap kedai meracik dan membuat sendiri doner mereka. Tak heran, kalau setiap kedai mengklaim sebagai penjual kebab terbaik di kota tersebut. Sehingga dalam hal ini para rumah potong juga hanya dapat menawarkan daging segar kepada tiap kedai doner. Saat ini permintaan daging yang paling tinggi berasal dari Nuremberg dan juga Neustadt.

Musa adalah salah satu tukang jagal di rumah potong hewan milik BΓ€rlein-Denterlein. Ia mengaku sebelum memotong setiap hewan ia akan membaca sebuah doa singkat. Selain itu tiap pemotongan hewan di rumah jagal milik BΓ€rlein-Denterlein dilakukan dengan menghadap kiblat.

"Seperti yang ditentukan dalam ritual agama Islam," jelas BΓ€rlein-Denterlein. "Banyak yang mengira bahwa daging halal harus dipotong dengan tata cara yang sesuai dalam Al Quran saja. Tetapi bukan hanya itu, yang juga penting adalah melakukan doa dengan menghadap kiblat. Banyak muslim yang tidak tahu akan hal itu," jelasnya.

Disamping doa ritual, BΓ€rlein-Denterlein hidup seperti kebanyakan orang Jerman lainnya di Franconia. "Di rumah kami, semua makan sosis untuk makan pagi. Pekerja muslim kami dapat menerima itu. Tetapi yang tidak bisa mereka makan adalah jika daging halal tersebut bersentuhan dengan daging babi. Oleh karena itu, kami juga tidak pernah memotong babi, karena pisau yang terkena darah babi akan membuat daging lainnya menjadi tidak halal," imbuhnya.

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads