Pada hari terakhir INDHEX 2011 beberapa acara masih digelar termasuk talshow dengan tema "Jajanan Aman, Sehat, dan Halal". Dalam talkshow ini beberapa pembicara hadir seperti Muti Arintawati M,Si selaku Wakil Direktur LPPOM MUI; Muchtar Ali, perwakilan dari Kementrian Agama RI; Bpk Dedy dari BPPOM serta Ir Mardia Msi selaku Ahli Gizi dari Universitas Djuanda.
Tema jajanan anak memang menarik dan mendapat perhatian khusus terutama bagi para orang tua khususnya para ibu. Untuk lebih membuat para orang tua waspada sejumlah ciri-ciri makanan yang mengandung pengawet, makanan tak sehat, dan ciri makanan sehat yang baik ikut dibeberkan para pembicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips aman untuk jajanan anak seperti yang dikatakan oleh Muti Arintawati adalah makanan yang sudah dalam kemasan. Sebab dibandingkan dengan jajanan kaki lima dimana dalam survey yang dilakukan BPPOM tahun 2010 terdapat 40-50% diantaranya dinyatakan tidak aman dikonsumsi. Sedangkan kini menurut Muti sudah banyak jajanan kemasan yang memperoleh sertifikasi halal sehingga aman baik dalam soal kesehatan dan juga gizi untuk anak-anak. Namun menurutnya lebih aman lagi jika anak-anak mengkonsumsi makanan yang dibuat sendiri di rumah.
Ibu Mardia sendiri selaku ahli gizi menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung 5 gizi seimbang mulai dari protein, mineral, vitamin, karbohidrat, dan lemak. "Kesemuanya penting dan tidak bisa terpisahkan karena bisa mempengaruhi pertumbuhan anak," ujarnya.
Badan BPPOM sendiri kini sudah dengan gencar melakukan pembinaan terhadap usaha-usaha kecil termasuk di sekolah-sekolah mengenai jajanan sehat. "Semakin menarik warna makanan atau minuman maka kita harus waspada. Contohnya pada kerupuk jika terdapat bintik-bintik biasanya merah atau kuning maka biasanya memakai pewarna yang berbahaya. Begitu pula pada ikan atau makanan lain jika baunya terlalu menyengat maka perlu diwaspadai pula," jelas Pak Dedy memberi tips.
Untuk mengajarkan anak-anak dalam mengkonsumsi makanan sehat dan halal, Ibu Muti juga memberi tips pada para ibu. "Ibu-ibu bisa mulai untuk melatih anak-anak sejak dini untuk mengenali lebel halal pada makanan. Sehingga mereka terbiasa mencari logo halal pada kemasan makanan atau jajanan mereka sebelum dikonsumsi," jelas Muti.
Makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya atau tidak halal juga tidak hanya berdampak negatif bagi kesehatan. Menurut Bapak Muchtar Ali, mengkonsumsi makanan yang tidak halal juga dapat berdampak dalam perkembangan anak-anak dan juga perilaku mereka. "Dalam Al Quran disebutkan bahwa kita disuruh untuk mengkonsumsi makanan halal. Sehingga jika kita mengkonsumsi makanan tidak halal maka dapat memberikan dampak baik bagi kesehatan maupun juga di akhirat nanti," jelas Pak Muchtar.
Talkshow ini selain untuk sosialiassi juga dimaksudkan untuk membuka wawasan masyarakat dalam berwirausaha, serta menumbuhkan kesadaran konsumen akan pentingnya jajanan sebagai pendukung makanan utama. Buat yang masih ingin berpartisipasi di kemeriahan INDHEX 2011 yang berlokasi di SMESCO, Gatot Subraoto masih ditunggu kehadirannya hingga sore nanti.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN