Saat kebutuhan operasional dan pembayaran gaji karyawan harus tetap dilakukan, apa yang dilakukan oleh seorang pemilik restoran untuk tetap mempertahankan kenaikan keuntungan dan meminimumkan pengeluaraan, saat omset menurun sebesar 30% tahun demi tahun?
Boleh dibilang bisnis restoran Skotlandia saat ini sedang lesu. Pasalnya banyak penduduk yang lebih suka untuk membeli dan menikmati makanan di rumah, dibandingkan di restoran. Mereka hanya makan di luar untuk saat-saat tertentu seperti perayaan dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Michael memiliki ide untuk meningkatkan profit penjualan dan mempertahankan konsumennya. Ia juga baru meluncurkan kedai mi halal WaWa. Di kedai tersebut konsumen dapat melakukan pemesanan mi Halal menggunakan satu dari enam buah iPads yang tersedia. Pengalaman bersantap baru ini menjadikan kedai mi ini populer dan bersiap untuk diperluas di seluruh Inggris.
"Halal berfokus pada bahan-bahan dasar yang alami, diketahui dengan pasti sumbernya, dan menggunakan produksi yang baik. Hal itulah salah satu perubahan yang dialami di Dragon Way. Daging halal juga tahan lebih lama, lebih segar dibandingkan dengan daging beku dan tanpa tambahan air," ujar Michael.
Sebelum periode perubahaan menjadi restoran halal, Dragon Way, Newington memerlukan 100kg daging ayam beku selama seminggu dengan harga 360 poundsterling, bagaimanapun 20-25% berat daging tersebut hilang saat proses pemasakan karena mengandung air. Kini Dragon Way hanya membutuhkan 80kg daging segar dengan harga yang lebih murah. Jelas ini merupakan salah satu penghematan yang signifikan.
"Kepuasan konsumen sangat penting bagi bisnis saya, jadi dengan memperoleh cara seperti ini untuk menghemat uang dalam bentuk stok makanan berarti saya dapat memberikan keuntungan secara langsung kepada konsumen baik sisi kualitas maupun harga," jelas Michael.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN