Jumlah Turis Muslim ke Australia Meningkat

Jumlah Turis Muslim ke Australia Meningkat

- detikFood
Kamis, 05 Agu 2010 19:04 WIB
Jakarta - Makin banyaknya mushola dan makanan halal di Australia menjadi daya tarik baru turis untuk singgah ke Australia. Tak heran jika jumlah turis dari Timur Tengah dan Indonesia meningkat akhir-ahir ini. Data terbaru ini dilansir dinas pariwisata Australia kemarin.

Diperkirakan hingga tahun 2014 jumlah turis dari Timur Tengah yang berkunjung ke Australia akan meningkat 13%. Sedangkan dari India akan meningkat 11% dan dari Indonesia akan naik hingga 9%. Sebaliknya turis dari Jepang akan merosot hingga 5%. Demikian data yang dilansir dan diprediksi dinas pariwisata Australia yang dihitung sejak bulan Juni.

Daniel Lynn, managing director Expedia, sebuah perusahaan travel online, menyatkan bahwa penyelenggara turisme harus segera menyesuaikan menu dan melengkapi kebutuhan lain untuk pangsa pasar yang baru. Pernyataan ini ditegaskan pada konferensi Tourism Future di Brisbane pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taman bermain di Gold Coast sudah mulai menyediakan mushola dan restoran halal. Sementara hotel Marriott juga menawarkan promosi ramadhan selama 3 malam tiap minggu untuk berbuka puasa di bulan Agustus dan September ini.

Secara khusus juga akan disiapkan petunjuk bagi pengunjung muslim di Gold Coast. Hotel-hotel pun melengkapi tiap kamar dengan Al Quran dan menyediakan sajadah bagi para tamu yang memerlukan.

Di Harbour Town dan Hilton Melbourne juga tersedia musholla dan hidangan penyegar serta tersedia menu makanan halal. Tak hanya itu South Australian Tourism Commission juga menambahkan link pada websitenya dengan informasiΒ  tentang masjid, restoran halal dan toko roti halal di Australia Selatan.

"Banyak pekerja dari Dubai dan Abu Dhabi yang ingin berwisata, dan akan terjadi lonjakan jumlah turis yang dibawa oleh maskapai Etihad, Emirates dan Qatar ke Australia," demikian jelas Lynn. Demikian juga jumlah turis Indonesia yang makin tahun makin meningkat.

"Jadi turisme tidak akan hanya didominasi oleh turis dari Inggris, Perancis dan Amerika. Tak lama lagi kita akan melihat perubahan itu," demikian Lynn menutup keterangannya seperti dilansir oleh www.halalfocus.com.

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads