Pameran, talkshow, dan training halal masih berlangsung di IHBF 2010, Jakarta Convention Center. Sejak pagi di Assembly Hall, telah berkumpul para partisipan 'International Training on Halal Assurance System'.
Training yang digelar LPPOM MUI ini diikuti oleh 60 peserta dari 15 negara seperti Malaysia, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, dll ini terbagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama menggelar prosedur sertifikasi halal seperti bahan baku sampai dokumen yang dibutuhkan dalam memperoleh sebuah sertifikat halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pada training CPP animals, microbial and other source material juga menjadi pokok bahasan yang menarik bagi para peserta. Pengunaan produk seperti yeast, yoghurt, dan minuman mengsndung alkohol yang menggunakan bakteri mikroorganisme ini harus dicermati.
Bagaimana denganΒ produk yang memiliki rasa seperti babi dan khmer? "Kami mengkategorikan produk-produk tersebut halal, namun kami tetap tidak bisa member sertifikasi halal produk tersebut. Tentunya agar tidak menimbulkan salah persepsi dalam masyarakat mengenai mana halal dan haram," ujar Ali Mustafa Yakub selaku anggota komusi fatwa saat menjawab salah satu pertanyaan dari peserta.
Kepada detikfood beberapa peserta mengungkapkan cukup puas dengan training yang diadakan oleh LPPOM MUI. Mereka bisa langsung memperoleh informasi langsung dari pusatnya. "Saya pertama kali mengikuti training halal dan merasa cukup puas dengan informasi yang diperoleh hari ini. Pastinya sangat berguna untuk industri kami yang ada di Vietnam kebetulah memang sudah memperoleh sertifikat halal," ujar Mrs.Lene Chritstensen salah seorang peserta dari Denmark.
Sore ini training akan Halal Assurance System baru saja selesai digelar dan akan dilanjutkan kembali besok. Halal Assurance System ini lebih banyak membahas tentang kelanjutan dari sertifikasi halal. Seperti bagaimana perusahaan menjalankan komitmen akan Sistem Jaminan Halal secara terus menerus di masa yang akan datang.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN