Di tengah terpaan bermacam produk yang beredar, umat muslim beresiko tinggi dalam mengonsumsi produk yang diragukan kehalalannya. Adapun Halal Science Center didirikan sebagai sarana pencerahan kepada umat muslim, lewat ilmu pengetahuan dan teknologi membantu kaum ulama menentukan halal atau haramnya suatu produk.
Dalam seminar yang diadakan oleh LPPOM MUI Jawa Barat di Bandung, 28 April 2010 lalu turut menundang Prof.Dr. Winai Dahlan selaku pemimpin sekaligus pendiri Halal Sience Center, dari Chulalongkorn University Bangkok. Selain Thailand, Indonesia juga memiliki beberapa lembaga Halal Halal Sience Center yang bekerjasama dengan berbagai universitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seminar tersebut Prof.Dr. Winai Dahlan yang merupakan seorang ilmuwan asal Thailand dan sekaligus cucu K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah ini menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan harus berperan dalam mendukung ulama dalam sejumlah hal. Terutama yang berkaitan dengan mengkaji halal dan haram suatu produk sehingga aman dikonsumsi konsumen muslim.
Oleh karena itu dibutuhkan Halal Sience Center yang berakar dari ajaran Islam yang diturunkan 14 abad yang lalu. Dengan Halal Science dapat diketahui betapa banyak produk pangan yang kita konsumsi saat ini ternyata mengandung banyak bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Dengan mengetahui hal itu tentu kita dapat menghindarkannya sejak dini.
Halal Science juga dibutuhkan agar dapat bersaing dengan negara-negara eksportir pangan yang telah maju dan memiliki nilai serta daya saing yang tinggi, dan selama ini relatif telah menguasai pasar dunia Muslim. Dengan itu kita pun dapat memajukan produk-produk kita di pasar, seraya juga mengurangi ketergantungan dengan negara-negara eksportir yang telah maju.
(Sumber: LPPOM MUI)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN