Jelly saat ini populer dan tak sulit dicari. Mulai dari warung yang menjajakan jelly dalam kemasan, supermarket, sampai kedai khusus penjual jelly. Tak hanya rasanya teksturnya yang kenyal lembut dengan aneka rasa yang membuatnya disukai. Bentuk dan ragam warna yang berwarna-warni membuat jelly juga makin tampil menarik dan menggiurkan.
Jelly terbuat dari produk yang berbahan utama hidrokoild, seperti agar-agar, karagenan, koniyaku, dan sumber lainnya. Berbagai jenis hidrokoild tersebut memiliki tekstur dan karakter yang berbeda-beda, ada yang empuk, rapuh, kenyal, dll. Oleh karena itu biasanya pada produk jelly yang ada di pasar, berbagai sumber tadi dipadukan sehingga menghasilkan tekstur yang khas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tampil cantik dan menarik, para produsen juga kerap menambahkan bahan perasa dan pewarna pada jelly. Misalkan saja untuk perasa seperti strawberry, lechy, mangga seringkali ditambahkan bahan perasa (flavor) sintetis. Bahan perasa ini perlu dicermati karena mengandung kerawanan akan pengunaan bahan-najan turunan minuman keras dan turunan hewani. Sedankan jika memakai bahan perasa asli selain mahal juga tidak stabil sehingga menimbulkan masalah dalam proses pengolahannya.
Β
Dari serangkaian titik kehalalan pada produk jelly tersebut. Buat orang tua dan konsumen muslim yang peduli akan kehalalan hendaknya lebih berhati-hati dalam memilihnya. Karena hampir semua produk jelly tidak mencantumkan komposisi bahan secara rinci dan jelas dalam kemasannya.
(Sumber: LPPOM MUI)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN