Unagi dalam bahasa Jepang dipakai untuk menyebut belut air tawar. Sedangkan belut air asin disebut dengan unago. Belut air tawar Jepang memang agak berbeda dengan belut lokal, bentuk badannya lebih gendut dan lebar, karena itu saat dipotong kepala dan ekornya dan dibelah membujur akan terbentang lapisan daging berikut lemak yang cukup tebal. Karena itu rasanya juga lebih gurih dan lembut.
Cara mengolah unagi yang lazim dilakukan di Jepang, dengan cara dipanggang di atas bara api sambil diolesi saus kabayaki. Saus inti terbuat dari campuran kecap Jepang dan mirin sehingga membuat warna belut kecokelatan dengan aroma yang harum dan rasa yang gurih-gurih sedikit manis. Cara memanggang unagi di Jepang bagian Timur agak berbeda dengan Jepang bagian Barat. Di bagian Timur, setelah dipanggang unagi akan dikukus kemudian dipanggang lagi sehingga rasanya lebih lembut. Sedangkan di bagian Barat Jepang, tanpa dikukus sehingga lebih renyah. Ada juga unagi yang dipanggang tanpa olesan saus dan dikenal dengan nama Shira yaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian orang Jepang terutama kaum prianya sangat suka menyantap unagi di musim panas. Mereka meyakini unagi bisa menambah stamina dan menambah gairah seks. Tak heran karena unagi memang mengandung banyak protein, kalsium, viatamin A dan E. Di berbagai tempat di luar Jepang, bahkan hampir di seluruh dunia, unagi disajikan sepanjang waktu di resto-resto Jepang. Di Indonesia, unagi mudah didapat di toko bahan makanan Jepang atau resto Jepang. Unagi biasanya dijual dalam keadaan sudah dipanggang dengan saus kabayaki dan dikemas dalam plastik tebal. Harganya relatif mahal, karena itu sajian dengan unagi juga masih relatif mahal. (ely/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN