Unagi, Oishii dan Sarat Gizi

Unagi, Oishii dan Sarat Gizi

- detikFood
Senin, 19 Nov 2007 16:51 WIB
Jakarta - Belut dari Jepang ini dagingnya sangat lembut dan gurih. Apalagi lelehan lemaknya menyatu dengan saus kabayaki saat dipanggang. Hmm... sedap! Dipakai untuk topping nasi rasanya sangat lezat, untuk topping sushi juga sangat gurih. Meskipun harganya relatif mahal, santapan musim panas ini sarat gizi!

Unagi dalam bahasa Jepang dipakai untuk menyebut belut air tawar. Sedangkan belut air asin disebut dengan unago. Belut air tawar Jepang memang agak berbeda dengan belut lokal, bentuk badannya lebih gendut dan lebar, karena itu saat dipotong kepala dan ekornya dan dibelah membujur akan terbentang lapisan daging berikut lemak yang cukup tebal. Karena itu rasanya juga lebih gurih dan lembut.

Cara mengolah unagi yang lazim dilakukan di Jepang, dengan cara dipanggang di atas bara api sambil diolesi saus kabayaki. Saus inti terbuat dari campuran kecap Jepang dan mirin sehingga membuat warna belut kecokelatan dengan aroma yang harum dan rasa yang gurih-gurih sedikit manis. Cara memanggang unagi di Jepang bagian Timur agak berbeda dengan Jepang bagian Barat. Di bagian Timur, setelah dipanggang unagi akan dikukus kemudian dipanggang lagi sehingga rasanya lebih lembut. Sedangkan di bagian Barat Jepang, tanpa dikukus sehingga lebih renyah. Ada juga unagi yang dipanggang tanpa olesan saus dan dikenal dengan nama Shira yaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unagi biasanya dinikmati di musim panas, sekitar bulan Juli di Jepang. Sajian unagi yang terkenal adalah unagidon atau unadon. Unagi panggang dengan olesan kabayakiΒ  ditaruh dalam mangkuk berisi nasi putih yang hangat mengepul. Rasanya tentu saja sangat enak, apalagi setelah lelehan saus dan lemak sertaΒ  aroma unagi menyatu dengan nasi putih. Kecuali itu unagi juga dipakai untuk topping sushi dan campuran salad. Sedangkan hati belut disajikan sebagai sup di beberapa resto. Umumnya orang Jepang menikmati unagi di resto khusus unagi yang setiap saat menebarkan asap harum unagi yang sedang dipanggang.

Sebagian orang Jepang terutama kaum prianya sangat suka menyantap unagi di musim panas. Mereka meyakini unagi bisa menambah stamina dan menambah gairah seks. Tak heran karena unagi memang mengandung banyak protein, kalsium, viatamin A dan E. Di berbagai tempat di luar Jepang, bahkan hampir di seluruh dunia, unagi disajikan sepanjang waktu di resto-resto Jepang. Di Indonesia, unagi mudah didapat di toko bahan makanan Jepang atau resto Jepang. Unagi biasanya dijual dalam keadaan sudah dipanggang dengan saus kabayaki dan dikemas dalam plastik tebal. Harganya relatif mahal, karena itu sajian dengan unagi juga masih relatif mahal. (ely/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads