Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial

Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial

Flora Febrianindya - detikFood
Senin, 17 Des 2012 17:32 WIB

Jakarta - Di kawasan jalan Pangrango Bogor, berjejer ragam restoran menarik. Salah satu yang memancing perhatian adalah restoran Kembang Desa. Dari luar, tampak bangunan gaya klasik yang dipertahankan keasliannya. Mulai dari pintu, jendela, kursi, lampu, dan juga aneka pernak pernik serta hiasan yang mengusung konsep yang sama, yaitu jaman dulu.

Sebagai santapan pembuka, kami memesan begedel lombok (Rp 25.000). Merupakan kentang yang dicampur dengan udang giling. Adonan ini kemudian diisikan pada cabai merah besar yang dibuang bijinya kemudian dibalut telur dan digoreng.
Nasi timbel gerobak (Rp 69.000) dipilih sebagai menu utama. Sajiannya komplit, dari mulai nasi timbel, pepes ikan mas, lalapan timun, sambel terasi, sayur asem, ayam bakar kecap dan kerupuk kampung. Seperti semua menu lainnya, satu set nasi timbel ini juga disajikan di atas piring tanah liat yang berat.
Sate ayam pentul Kendal (Rp 36.000) ini mirip-mirip sate lilit Bali, namun terbuat dari daging ayam halus yang diberi bumbu. Disajikan di atas bakaran tanah liat, dan ditemani dengan sambal matah pedas. Saat digigit, terasa tekstur krenyes wangi, yang berasal dari sereh yang dihaluskan. Seporsinya berisi 6 batang sate berukuran sedang.
Hitam putih duniamu (Rp. 20.000) terasa sangat segar. Paduan antara susu putih yang gurih wangi dan manis dengan lembutnya cincau hitam yang dihaluskan. Untuk minuman penghangat, bisa memilih wedang jahe (Rp. 22.000) yang terasa nyaman di tenggorokan.
Pisang goreng centil gembil (Rp. 20.000) menutup santapan dengan sempurna. Terbuat dari pisang halus yang dicampur tepung terigu dan diberi isian selai nanas, cokelat dan juga strawberry. Renyah manis dengan taburan gula halus.
Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial
Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial
Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial
Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial
Santap Menu Tradisional di Rumah Gaya Kolonial

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads