Berebut Chef dan Adonan Dim Sum

CWS Dim Sum

Berebut Chef dan Adonan Dim Sum

- detikFood
Senin, 28 Apr 2008 10:19 WIB
Jakarta - Wah, cooking class ini benar-benar seru dan para pesertanya memang hiperaktif. Jangan heran kalau saat bertanya jawab dengan sang dim sum chef juga terjadi 'rebutan' dan keributan. Saat praktek pun tak kalah seru! Semua ingin yang paling banyak dan bagus!

Sesi pertama cooking class exclusive Dim Sum ini dibuka dengan peragaan pembuatan kulit hakau. Peserta yang sejak pukul 09.30 sudah siap-siap di Tien Chao Restairant yang berlokasi di lantai 1 Hotel Gran Melia Jakarta,mulai cermat mengamati sang dim sum chef Mr. Lauw Pak WaiΒ  bersama 3 orang asistennya.Β  "Chef, tolong diukur air mendidihnya itu satu sendok gede itu berapa milliliter ya," demikian pesan para peserta pada para asisten chef.

Dengan gerakan tangan yang kuat dalam sekejap adonan kulit hakau sudah siap. "Chef, tepung kentangnya merk apa ya? Tepung Hongkong itu apaan ya? Mau liat kemasannya dong..," berondongan pertanyaan pun mengalir tak henti. Alhasil sang asisten chef pun harus bolak-balik ke dapur membawa semua yang diminta peserta. Kantung tepung Hong Kong yang bergambar bunga berwarna hijau dan tepung kentang bermerk Holland pun tak luput dari jeperetan kamera peserta. Wah..wah..!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang dim sum chef memperagakan cara membentuk dan melipat dumpling sayuran dan dumpling udnag dan salmon. "Kayak pastel tapi lebih ruwet ujungnya ya...," komentar seorang peserta. Soal adonan isi juga dibahas komplet, sampai ke wujud aneka jamur yang dibawa dari dapur lengkap dengan kalengnya.

Keributan kecilpun terjadi lantaran sang dim sum chef kurang paham bahasa Inggris dan seorang peserta yang bisa berbahasa Mandarin, sibuk 'ngoceh' dengan bahasa Mandarin yang tak dimengerti oleh semua peserta. Nah, lho.. kan jadinya lucu, semua bengong! Untung kejadian tak berlangsung lama karena sang dim sum chef kambali meladeni semua peserta.

Sesi praktek membentuk adonan kulit hakau dengan 2 jenis isian dan bentuk pun berlangsung seru. "Wah, tadi kayaknya gampang ya menipiskan adonan tinggal gilas... lha kok sekarang bentuknya jadi lonjong begini," demikian komentar seorang peserta. Peserta yang dibagi dalam 5 grup pun bekerja bersama untuk menyelesaikan jatah adonan yang diberikan. Ternyata tak semua kelompok bisa dengan mulus mempraktekkan bentuk-bentuk dim sum yang diajarkan. Padahal tiap kelompok sudah didampingi oleh seorang asisten chef.

Sang dim sum chef pun mengajak peserta kembali melihat proses pembuatan adonan kulit Hong Kong. Yang ini dinamai kulit Hongkong karena terbuat dari tepung HongKong. Cara membuatnya tak berbeda jauh dengan kulit hakau, hanya saja adonan HongKong ini harus didiamkan beberapa saat sampai lentur dan mudah dibentuk.

"Kalau disimpan dalam lemari es bisa tahan berapa lama ya?" tanya seorang peserta. Para peserta pun kembali sibuk 'mencubiti' adonan untuk mengetes kelenturannya. Peragaan membentuk dumpling daging cincang dan dumpling 'pan fried' juga berulang kali dilakukan oleh sang chef.

"Waduh, kalau yang model begitu kayaknya susah ya," komentar peserta saat melihat kelenturan jari2 sang chef membentuk lipitan di salah satu sisi adonan. "Salah naruh adonan di telapak tangan dan salah menggerakkan telunjuk adonan bisa nggak tertutup dengan baik," demikian pesan seorang asisten chef.Β 

Peragaan oleh sang dim sum chef pun ditutup dengan pembuatan Sesame Seed Seafood Rolls alias lumpias seafood lapis wijen. "Kulit lumpia yang dipakai jenis rice paper seperti ini," jelas sang chef. "Lha kok persis kertas ya tipis putih lagi...," komentar para peserta. Trik menggulung dan melapisi wijen pun diperlihatkan berulang kali oleh sang chef. Tentu saja masih disleingi pertanyaan dari peserta yang tak kunjung habis.

Akhirnya peserta pun kembali dalam kelompok untuk menyelesaikan 3 jenis dim sum. Ada yang dengan cepat menyelesaikan jenis dim sum yang gampang. Tetapi ada yang jsutru berkutat dengan asyik mempelajari pilinan adonan yang rapi.

"Wah, punyaku kok balik lagi kayak pastel gini ya, mana isinya keluar semua," keluh seorang ibu yang tak menyerah mencoba lagi dan lagi. Hasilnya menggagumkan. Ada peserta yang berhasil membuat lipatan atau pilinan dumpling rapi dan mulus, tapi ada juga yang belum berhasil. "Tenang saja bu, kalau sering latihan pasti bisa," demikian hibur sang chef.

Menjelang makan siang kehebohan kembali terjadi. Apa lagi kalau bukan acara makan siang. Beragam jenis dim sum termasuk yang dipraktekkan juga ikut dicicipi. Masih ditambah dengan nasi goreng dan mi goreng kepiting plus sago melon. Tak terasa perut pun mulai kekenyangan. Dim sum hasil praktekpun sudah disiapkan dalam kotak-kotak plastik rapi, komplet dengan nama kelompok.

Agaknya para peserta tak kekurangan akal, setelah dibagikan, kotak kembali dibuka, masuklah semua dim sum yang tersaji di meja dan tak habis dimakan ke dalam kotak (Ssstt... padahal sang waiter sudah melarang lho..). "Aduh, anak saya belum makan di rumah dan suami saya sudah nunggu dari tadi," ada saja alasan para ibu. Jangan heran, kalau kotak-kotak yang ditenteng pesertapun jadi penuh dan 'gemuk'. Piring-piring di meja makan pun licin tandas masuk kotak!

O,ya yang berhasil memeproleh voucher makan dari Gran Melia adalah Pak Lukman dan Ibu Lian (yang satu ini memang ratu doorprizes, nggak pernah nggak dapet..). Sampai ketemu di cooking class berikutnya ya!
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads