Di Sabtu sore yang dingin akibat guyuran hujan, suasana CJ's bar Hotel Mulia Senayan Jakarta agak sedikit 'aneh'. Ya, bar yang biasa buka pukul 21.00 ini sudah bersiap-siap sejak pukul 15.00. Apalagi ada dentuman musik yang mengajak bergoyang. Bapak Felix Adrian Frederick Pandean dari Beverages Department hotel Mulia, sudah rapi dengan jas lengkap berdasi kupu-kupu. Tentu saja semuanya untuk menyambut peserta Cooking With Style.
Peserta cooking class kali ini juga sebagian merupakan kaum pria. Uraian pak Felix soal sejarah Cocktailpun menjadi pembuka cooking class ini. "Mocktail sering disebut Virgin Cocktai karena tidak memakai alcohol. Jadi, kalau ketemu minuman dengan tambahan nama Virgin berarti jenis yang tak beralkohol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilmu dan seluk beluk meracik Mocktail pun dibeberkan secara lengkap. Menurut Felix sendiri ada tiga cara yang biasa digunakan untuk membuat mocktail. Yang pertama adalah shaking, yaitu dengan cara mengocoknya dengan alat yang disebut shaker, lalu blending dengan menggunakan blender, dan yang terakhir adalah pouring yaitu dengan cara dituangkan langsung. "Wah, ternyata nggak asal dicampur dan diaduk ya," komentar seorang peserta.
"Yang tak boleh dilupakan dalam membuat mocktail adalah pemilihan gelas," terang Felix. Aneka jenis gelas pun dibeberkan oleh sang ahli, mulai dari gelas 'collins' yang berbentuk panjang lurus atau bergelombang, 'pocco grande' yang berkaki panjang, hingga martini/cocktail glass yang rata-rata berbentuk segi tiga mungil. "Yang perlu diingat, mocktail tidak pernah disajikan dalam gelas cocktail," demikian pak Felix wanti-wanti
Selanjutnya pak Felix memperagakan tahapan meracik 8 jenis mocktail hasil kreasinya yang biasa disajikan di Hotel Mulia Senayan ini. 'Mulia Life Style' pun menjadi minuman pembuka CWS kali ini. Mocktail berbahan utama guava ini langsung diracik dengan gesit oleh Felix dihadapan para peserta. "Untuk meracik mocktail dan cocktail yang tak boleh dilupakan adalah jigger berbentuk mungil ini," ujarnya sambil memperlihatkan pada para peserta. "Jigger ini berfungsi sebagai takaran, dimana suatu sisi berukuran 30ml atau 1 onz sedangkan sisi lainnya berukuran 45ml atau 1,5 onz," imbuhnya lagi.
Aneka minuman lainnya seperti Senayan Breeze, Shining, Mulia Delight, hingga Mulia Garden yang berbahan utama kiwi yang merupakan salah satu favorit pengunjung CJ's Bar ini satu demi satu dibeberkan kepada para peserta. Tiap kali pak Felix selesai memepragakan minuman, langsung disusul dengan icip-icip minuman yang sama, yang disiapkan bartender, diedarkan dalam gelas-gelas mungil. Hmmm...suegaar!
"Yang perlu diingat, sebelum mulai menyalakan blender, pastikan gelas sudah siap dan buat hiasannya sekaligus. Jadi minuman tidak akan mengendap atau berubah penampilan saat sampai di depan tamu," jelas pak Felix dan langsung dicatat teliti oleh peserta. Tiap racikan memiliki ciri khas sehingga ada saja sensasi rasa yang berbeda.
Soal pemilihan jenis jus buah termasuk kualitasnya juga tergantung dari masing-masing resto atau hotel. "Kalau saya suka sekali dengan leci kalengan. Rasanya manis, teksturnya lembut dan baunya juga manis. Karena itu saya pakai leci ini berikut sedikit air siropnya," jelas pak Felix sambil memasukkan leci ke dalam racikan mocktail 'Shining'nya.
Meskipun para peserta kali ini kurang 'cerewet' tetapi mereka lebih rajin bertanya. "Pak Felix bagaimana sih menyajikan mocktail agar fresh?", "Apakah bahannya memakai buah-buahan segar atau berupa jus yang sudah jadi?", atau "Kasih tau dong cost harga sebenarnya untuk segelas?" rayu para peserta lainnya. Pak Felix pun menjawab semua pertanyaan para peserta dengan penuh detil sampai-sampai ke merk jus, sirop dan alamat distributornya juga diberikan. Komplet deh!
Selain membeberkan aneka mocktails, Felix pun membagikan ilmu cara membuat dua macam cocktails. Chocolate Martini yang rupanya cukup digemari para peserta ini mendapat sambutan hangat ketika Felix memperagakannya di hadapan para peserta. "Mula-mula lumuri bibir gelas dengan cokelat yang agak beku, agar cokelat menempel," ujarnya. "Lalu taruh vodka dan creme de cacao white di dalam shaker yang telah terisi es batu. Kocok-kocok sebentar saja dan tuangkan isinya tanpa es batu ke dalam gelas seperti ini," imbuhnya sambil memperagakan. "Wah ternyata mudah ya?" ujar salah seorang peserta.
Tanya jawab soal Martinipun berlangsung seru apalagi segelas mungil cocktail inipunlangsung dicicipi oleh peserta. "Enak ya, sayang cuman sedikit," demikian komentar sebagian peserta. 'Pina Colada', tak berbeda jauh dengan Virgin Pina Colada, hanya saja yang Pina Colada memakai Bacardi Light Rhum dan Malibu Cream, tidak pakai coconut cream. Tampilan Pina Colada ini juga mendapat sambautan hangat. Tak ayal lagi peserta mulai berdesakan memotret semua mocktail, cocktail plus mengecek hiasannya.
Tak terasa dua jam setengah sudah mocktails dan cocktails ini diperagakan oleh Felix. Tak ketinggalan trik-trik mempercantik gelas dengan aneka garnish yang terbuat dari buah-buahan pun mendapat perhatian yang cukup pesar dari para peserta. Ya, terutama mereka yang sebagian besar ingin 'mencuri' ilmu dari Felix untuk berbisnis di bidang F&B.
Acara pun ditutup dengan pembagian doorprize. Kali ini dua orang pria yang beruntung mendapatkan voucher bersantap untuk 2 orang di The Cafe, Hotel Mulia Senayan adalah Bapak Deden Suherman dan Herry. Barulah kemudian acara diakhiri dengan makan malam bersama di The Cafe. Beragam pilihan makanan plus dessert benar-benar membuat peserta kekenyangan. Nah, sampai ketemu di cooking class berikutnya ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN