Roti Manis ala Branded Bakery: Empuk & Hangat

Roti Manis ala Branded Bakery: Empuk & Hangat

- detikFood
Senin, 27 Agu 2007 15:22 WIB
Jakarta - Bukan hanya seputar trend roti manis yang enak, dengan aneka topping dan isi tetapi segala rahasia roti dibuka blak-blakan. Trik mengolah resep, mempercantik tampilan, membuat variasi bentuk hingga kalkulasi harga juga dibahas habis oleh Pak Hardy Sambas, sang ahli baking. Para peserta pun puas dimanjakan dengan acara icip-icip roti yang panas mengepul fresh from the oven!!!Berbeda dari Cooking Class yang biasa digelar oleh detikfood yaitu di hotel-hotel berbintang atau pun resto-resto. Cooking Class yang bertajuk Roti Mix ini diselenggarakan di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama. Belum lagi waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, tetapi tampak beberapa peserta telah duduk manis menunggu. Rupanya mereka sudah tak sabar ingin menggali ilmu seputar cara membuat roti, kepada ahlinya yang akrab disapa Pak Hardy ini. Sambari menunggu peserta lain tiba, aneka oven dan mixer pun dipasang dengan apik oleh tim dari PT Sinar Cahaya Cemerlang yang mensponsori aneka peralatan tsb.Cooking class diawali oleh oleh Pak Hardy Sambas sang ahli baking dengan uraian seputar 'roti mix'. "Gagasan dibuatnya roti mix ini sebenarnya adalah untuk efisiensi. Roti mix merupakan tepung dimana didalamnya telah terdapat banyak bahan-bahan, sehingga Anda cukup menambahkan sedikit bahan pelengkap lainnya. Itulah yang membedakannya dengan tepung biasa," ujar Pak Hardy panjang lebar. Para peserta CWS yang kali ini beberapa diantaranya adalah pengusaha bakery ini pun tampak serius memperhatikan penjelasan dari Pak Hardy dengan seksama. "Dimana bisa membeli tepung roti mix ini, Pak?" tanya para peserta dengan spontan. "Belinya bisa di berbagai TBK (Toko Bahan Kue) untuk eceran, sedangkan untuk skala besar bisa di beli di Kelston," jawab Pak Hardi menjelaskan. 'Kenapa roti yang saya buat alot dan kasar?' atau 'Dimana membeli mixer untuk membuat roti dalam skala besar?' itulah sebagian berondongan pertanyaan dari para peserta yang antusias mengikuti sesi cooking class ini. Pak Hardy yang senang berceloteh ini pun, dengan sabar menjawab satu per satu pertanyaan dari para peserta yang kritis-kritis.Pada cooking class ini, Pak Hardy membagi empat jenis resep roti yaitu roti manis, sandwich bun, cheese loaf dan lapendo (kok mirip lumpur lapindo ya?). Uniknya kesemua pembuatan roti tersebut menggunakan adonan yang sama yaitu roti mix. Bahkan sang ahli yang murah hati ini pun memberi bonus berupa tambahan resep adonan roti yang ringan. "Ketika membuat roti, dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Jika tidak, hasilnya tidak akan bagus," terangnya kepada para peserta. Sementara menunggu adonan diistirahatkan kurang lebih sekitar 30 menit, acara pun diselingi dengan sesi tanya jawab kembali. Mulai dari perhitungan harga untuk tiap roti, jenis mentega yang bisa dipakai, hingga pertanyaan seputar ragi. Akhirnya tak terasa adonan pun telah selesai diistirahatkan dan siap untuk proses seleanjutnya yang membutuhkan sedikit seni dan keterampilan tangan ini. Ya, proses membentuk adonan menjadi roti yang cantik pun diperagakan oleh tangan-tangan ahli Pak Hardy yang juga dibantu oleh dua orang asistennya. Para peserta yang antusias pun berhamburan mendekat, agar dapat lebih seksama memperhatikan detail membulatkan, menggulung adonan dan mempercantik roti. "Untuk membulatkan adonan, cukup dengan memutar-mutar adonan bagian bawah saja. Sedangkan untuk isi roti bisa divariasikan dengan apa saja yang Anda suka," terangnya sambil diiringi anggukan para peserta. Adonan roti pun dibentuk menjadi beberapa macam, ada yang kecil-kecil seperti roti unyil dengan isian salami, sosis, crab stick; ada yang besar seperti roti tawar dengan topping keju dan ada yang berlapis-lapis dengan isian kacang yang dihaluskan dengan wangi pandan. Wah... para peserta pun tampak 'gemes' melihat tampilan bentuk adonan yang mungil dan cantik tersebut. "Wahh, bentuknya tidak kalah dengan Breadtalk ya!" ujar salah satu peserta dengan antusias. Pak Hardypun menyertakan perhitungan biaya untuk membuat roti-roti yang diperagakan. "Yang kecil 12,5 gram ini, biayanya sekitar Rp.400 dan yang besar sekitar Rp. 1.000 rupiah saja. Bayangkan saja untungnya kalau branded bakery menjualnya seharga Rp. 6.000", jelasnya. Wah, kontan saja para peserta makin getol bertanya jawab. Ternyata benar seperti yang dikatakan oleh Pak Hardy, membuat roti haruslah sabar. Bagaimana tidak, karena setelah dibentuk menjadi roti yang cantik ternyata adonan tersebut masih harus melalui proses pengembangan kurang lebih selama 90 menit. "Proses pengembangan ini akan semakin cepat jika menggunakan mesin Proofing Cabinet. Jika jaman dahulu, biasanya menggunakan rak yang dibawahnya ditaruh kompor atau api agar cepat mengembang," imbuh Pak Hardy. Sambil menunggu proses pengembangan yang cukup lama meskipun sudah memakai proofer dan waktu yang makin sempit, digelarlah sesi penarikan doorprize dan kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Hasilnya kedua orang pemenang yaitu Ibu Reny Suliatiawati dan Bapak Wahyudi berhak untuk membawa pulang hadiah menarik dari detikfood.Adonan yang awalnya tampak mungil, kini setelah melalui proses pengembangan jadi tampak membesar. Eits, tetapi tunggu dulu... sebelum memasukkannya ke dalam oven ternyata masih ada loh proses yang harus dilakukan, yaitu dengan memoleskan eggwash keseluruh permukaan adonan. Tak lupa, parutan keju edam ataupun irisan tipis keju pun diletakkan diatas adonan roti sebelum dipanggang. Wah, hasilnya seperti apa ya? Hmm... ternyata, tak perlu menunggu lama untuk melihat hasil akhirnya karena dalam waktu kurang lebih 10 hingga 25 menit roti yang empuk, berserat halus dan cantik tersebut telah siap untuk dikeluarkan dari dalam oven. Aroma roti pun seketika langsung menyebar keseluruh penjuru ruangan dan menggelitik hidung para peserta. "Wah, Pak mau dong cobain roti yang baru matang?" celetuk salah satu peserta. "Wah silahkan Ibu, dibawa pulang juga boleh. Kami juga sudah menyediakan sekotak besar roti yang bisa dibawa pulang oleh semua peserta," terang Pak Hardy sambil tersenyum. Tak ayal lagi, loyang-loyang yang baru keluar dari oven tersebut segera menjadi sebuan para peserta. Ada yang langsung dicoba, ada pula yang membungkusnya untuk dibawa pulang. Diakhir acara, sebelum pulang para peserta juga sempat menyerbu aneka produk Kelston yang menjual tepung dan bahan-bahan untuk membuat roti. Bahkan ada pula yang langsung memesan mixer dan oven kepada supplier yang menjual aneka produk/mesin untuk membuat roti ini. Wah, laris manis...!!Akhirnya puas dan kenyang, itulah yang dirasakan para peserta CWS Roti Mix ini. Selain kenyang mencicipi aneka roti, para peserta juga dapat sepuas-puasnya bertanya. Bahkan, Pak Hardy pun membagikan kartu namanya agar para peserta dapat kapan saja bertanya tentang seputar pembuatan roti ini. Duhh... baik sekali ya bapak yang satu ini. Oke, kalau begitu sampai jumpa di cooking class selanjutnya ya!! (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads