Meracik Sushi Gaya Nobu
Senin, 26 Feb 2007 10:57 WIB
Jakarta - Racikan sushi yang bergaya 'fushion' memang spektakuler.. Peserta mendapat ilmu soal menanak nasi, mengepal nasi, menggulung sampai tata cara menyantap sushi. Sang chef Sano dirayu untuk membongkar rahasia sushi yang jarang diungkap. Lima orang peserta pun tersenyum lebar saat mengantongi hadiah voucher makan dan menginap di hotel Mulia!Meskipun sudah kesekian kali kami menggelar cooking class bertema sushi tetapi pencinta sushi tetap saja memadati kelas sushi kali ini. Pukul 10.10 chef Sano menyambut peserta yang sudah duduk rapi di Edogin Restaurant yang berlokasi di lantai dasar hotel Mulia Senayan Jakarta. Kelas dibuka dengan penjelasan seputar 'fushion sushi' oleh chef Sano. Yang memulai aliran fushion sushi adalah Nobuyuki Matsuhisa. Seorang chef dari Saitama, Jepang yang merantau ke California, Amerika ini mulai memperkenalkan sushi bernama 'California Roll' yang dengan cepat populer dan disukai bukan hanya oleh orang Amerika tetapi juga hampir semua orang di dunia. Dengan cepat chef Nobu dengan beberapa cabang resto Nobu di dunia memperkenalkan aliran fushion ini. Chef Sano yang kaya pengalaman termasuk bekerja di Amerika ini lancar berbahasa Inggris sehingga komunikasipun terjalin lancar. 'Yang penting dalam pembuatan sushi adalah nasi sushi. Untuk nasi, pakai beras yang bagus, dan gosok-gosok sampai 100 kali hingga air pembilasnya bening,' demikian tutur chef yang ramping ini. 'Apakah vitamin dalam beras nggak hilang ya?,' 'Apakah perlu sampai begitu lama ya?'. Pertanyaan yang diajukan oleh pesertapun dijawab penuh detil oleh sang chef. Urusan cuka sushi atau sushi vinegar pun jadi bahasan yang menarik. Bukan hanya resep membuat cuka sushi tetapi juga cara mengaduk nasi. 'Perhatikan, mengaduknya jangan keras-keras, jangan di tekan dan arahnya agak miring, horizontal supaya nasi tidak jadi lengket,' demikian sang chef memberikan tipsnya.Urusan mengepal nasi untuk sushi ternyata juga ada rahasianya. 'Nasi tidak boleh dikepal kuat-kuat seperti ini, karena nasi akan lengket dan tidak bisa 'bernafas'. Akibatnya saat diberi topping rasanya tidak enak,' tutur chef Sano sambil memberikan peragaan cara mengepal nasi untuk nigiri sushi yang benar. 'Wah, nasi juga perlu tempat buat bernafas ya,' demikian komentar peserta. 'Demikian juga saat meratakan nasi di atas yakinori, tetap tidak boleh ditekan, harus pelan dan ada rongga di antara nasi,' chef Sano memperagakan cara meratakan nasi berulang-ulang. Setelah sushi siap, urusan makan sushi juga jadi tips berharga. 'Kalau sushi ditaruh di atas piring seperti ini, ambil dengan sumpit dan celupkan bagian yang ada toppingnya ke dalam shoyu lalu makan. Jangan mencelupkan bagian nasi ke dalam shoyu, nasi akan buyar dan Anda akan bilang sushinya asin. Setelah itu Anda harus minum shoyu yang bercampur nasi itu,' tutur chef Sano diiringi gelak tawa para peserta.Peragaan membuat fushion sushi diawali dengan 'California Roll'. Ternyata, tak terlalu repot, dalam sekejap, sushi inipun sudah terpotong rapi. 'Ingat kalau mau memotong sushi pisau harus dicelup dalam air matang, Piring juga harus dilap dengan lap basah atau diperciki air matang supaya sushi tidak lengket,' Chef Sano kembali memberikan tipsnya. 'Jungle Roll' yang dibuat dengan 2 potongan noripun tampil cantik 'berjuntai' dengan hiasan biji wijen. 'Sayuran bisa disesuaikan dengan selera,' demikian pesan sang chef. 'Untuk membuat tempura yang lurus seperti ini, kerat-kerat badan udang di dua sisinya supaya saat digoreng menjadi lurus,' demikian jelas chef Sano yang kemudian melengkapi dengan info cara membuat tempura yang enak. 'Tiger Roll' yang berisi tempura dalam sekejap diracik dengan cantik. Tambahan Thai Spicy Sauce membuat sushi ini rasanya pedas menggigit. Demikian juga dengan 'Spicy Slamon Roll' yang memakai Korean Spicy yang diaduk dengan potongan ikan salmon mentah. 'Untuk rasa yang enak pakai ikan salmon segar yang benar-benar segar,' demikian pesan sang chef. Pembuatan 'Caterpillar Roll' sedikit rumit karena urusan menempelkan irisan tipis alpukat dan ikan tuna harus benar-benar teliti supaya tidak terlepas saat dipotong. Karena itulah proses pembuatan sushi yang satu ini diulang beberapa kali sampai peserta puas dan jelas.Sebelum makan siang, chef Sano juga membagi info seputar tata karma makan Jepang. 'Sebelum mulai bersantap, ucapkan 'itadakimasu' yang artinya kurang lebih 'bersyukur untuk semua yang sudah disiapkan'. Setelah selesai makan diucapkan 'gotisosama desita' yang artinya 'terima kasih untuk semua sajian',' demikian tutur chef Sano. Mbak Eka dari Hotel Muliapun menutup acara dengan penarikan hadiah voucher. Dua buah voucher makan di Edogin dibawa pulang oleh Ibu Ade Carolina dan Andra Iskandar; dua voucher makan di CafΓ© dimenangkan oleh Ibu Linda dan Gustika Wardani, sedangkan yang bisa menikmati satu vocher weekend stay adalah Ibu Rusni. Acarapun diakhiri dengan makan siang buffet, aneka masakan Jepang termasuk teppanyaki! Nah, sampai ketemu lagi di cooking class bulan depan ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN