Mengenal Erika, Goreng Air & Dim Sum Labu
Senin, 17 Jul 2006 10:05 WIB
Jakarta - Menjawab rasa penasaran di benak penggemar dim sum yang seakan tak pernah habis, cooking class kali ini diadakan dengan konsep hands on alias praktik langsung. Sesi ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berkecimpungan secara langsung membuat dim sum, mulai dari mengolah adonan dough, mengaduk, menggulung hingga melipatnya menjadi sebuah bentuk yang indah. Dan Lotus Room di Hotel Shangri-la Jakarta menjadi saksi bisu dari keuletan para peserta dalam berkreasi membuat empat jenis dim sum ini.Mendapat kehormatan yang tak terkira, peserta dibimbing langsung oleh dim sum chef dari Hongkong, chef Lee Kwok Wah beserta sang penerjemah pak Ricky Tan yang menjabat sebagai Assistant Director of Food and Beverages Hotel Shangri-la Jakarta. Acara dibuka dengan pengenalan secara singkat oleh pak Ricky mengenai bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan dim sum. Ternyata di sesi ini peserta tak sungkan-sungkan mengajukan pertanyaan, "Pak Ricky, apakah tepung terigu Hongkong bisa diganti dengan tepung terigu lokal?" tanya salah satu peserta. "Bisa saja Ibu, itu tak akan menjadi masalah hanya saja kualitas kulit dim sum-nya berbeda dan sedikit sulit untuk dilipat.", jawab pak Ricky. "Kalau begitu tepung terigu Hongkong ini bisa dibeli dimana di Jakarta ini?" tanya peserta yang lain. "Tenang saja Bu, nanti nama-nama supplier akan kami berikan.", jawab pak Ricky kembali dengan sabar. Pengenalan bahan ini hanya berlangsung selama sepuluh menit dan kemudian berlanjut ke inti acara yaitu membuat dim sum dengan resep pertama yaitu Pan-Fried Chicken Bun. Pada resep ini selain diajarkan membuat dough yang tak keras, lentur serta tak mudah robek peserta juga diajarkan untuk menggorengnya. "Jangan lupa gunakan wajan anti lengket ya Bu dan minyaknya sedikit saja!" ujar sang chef. "Setelah dim sum yang telah dikukus dimasukkan ke dalam wajan untuk digoreng, tuang air sedikit ke dalam wajan agar uap kukusannya keluar, kemudian tutup wajannya. Jika air dalam wajan tersebut sudah tak ada barulah dim sum-dim sum tersebut diangkat." demikian tip dan trik dari chef Lee. Begitu dim sum ini matang, chef Lee membagi-bagikannya ke peserta dan bertanya, "Bagaimana rasanya ibu-ibu?" "Hhmm...ennnnaakk banget..nyam..nyam!" ucap peserta hampir serempak.Dalam membuat Butter Flavor Pumpkin Dumpling, chef Lee mencontohkan bagaimana caranya membuat guratan-guratan pada dim sum agar menyerupai labu. "Chef kalau tak ada alat pembuat guratan yang chef pakai, pakai apa ya sebagai penggantinya?", tanya salah seorang peserta yang takjub melihat keahlian tangan chef. "Hmm..ibu bisa menggunakan penggaris, pisau bagian yang tumpul atau stick es krim. Tapi hati-hati ya bu jangan menekannya terlalu keras nanti kulitnya sobek.", jawab pak Ricky mewakili chef Lee. "Chef apakah ini sudah oke?", tanya salah satu peserta sambil mengacungkan dim sumnya. "Ya sudah oke, bagus...bagus.." ucap sang Chef dengan aksen mandarinnya yang sangat kental.Tiba pada resep ketiga, Ham Sui Kok terdapat salah satu bahan bernama erika. Spontan beberapa peserta bertanya, "Apa itu erika chef dan apa fungsinya?" Sambil tersenyum sang chef menjawab dengan bahasa mandarin yang kemudian diterjemahkan oleh pak Ricky, "Erika adalah minyak beku sayuran yang bisa dibeli di supermarket-supermarket besar. Fungsi erika ini adalah agar rasa dim sum lebih renyah dan gurih. Boleh saja menggunakan minyak goreng biasa, namun rasanya jelas akan berbeda." "Ooo...", ucap peserta hampir bersamaan. "Oh ya Bu, usahakan melipat dough-nya harus serapat mungkin ya, agar ketika digoreng isinya tak keluar ke mana-mana serta wajah dan tangan ibu-ibu tak terkena percikan minyak gorengnya!", tips dari sang chef. Akhirnya tibalah pada resep terakhir, yaitu Steamed Assorted Mushroom and Bamboo Pith Dumpling. Cara membuat adonan dough pada dim sum keempat ini hampir sama dengan resep ketiga. Adonan dough tersebut dicampur dengan tepung Tang Ming atau tepung gandum serta tepung tapioka sebagai pengentalnya. Bedanya adalah pada resep ketiga menggunakan tepung beras ketan sedangkan resep keempat tidak. Karena menggunakan air panas sebagai bahan pencampur tepung, pak Ricky menyarankan peserta untuk menggunakan tongkat dalam mengaduknya, "Jangan mengikuti cara chef Lee yang memang sudah kebal dengan air panas bak pemain kung fu ya Bu, gunakan tongkat atau sendok untuk mengaduknya.", saran pak Ricky dengan guyonannya ini spontan membuat para peserta tersenyum atau tertawa. Sebelum mengakhiri cooking class ini, chef Lee memberikan tipsnya yang terakhir, "Jika ingin mengaduk dough usahakan agar arahnya mendorong ke depan ya Bu, jangan sebaliknya nanti bisa-bisa tangan ibu terkilir." Setelah resep keempat selesai, giliran saatnya membagikan dua buah doorprize dari Shang Palace Restaurant dan yang beruntung mendapatkan adalah ibu Lili Haq dan ibu Jati. Acara ditutup dengan makan siang bersama yang sempat terhambat sedikit karena salah satu peserta ada yang vegetarian, namun chef Lee mengatasinya dengan membuatkan menu khusus baginya. Waahh terima kasih banyak ya chef...dan sampai jumpa lagi di sesi berikutnya...
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN