Kenyang Mencicip 'Fresh from the Wajan'
Senin, 27 Mar 2006 11:14 WIB
Jakarta - Hujan rintik-rintik yang mengguyur kota Jakarta pada Sabtu 25 Maret lalu tidak menyurutkan semangat peserta CWS untuk "membedah" rahasia kelezatan Shanghainese Seafood. Bahkan ada beberapa dari mereka yang datang satu jam sebelum acara dimulai. Demi memenuhi ketidaksabaran peserta untuk mengetahui rahasia kenikmatan seafood khas Shanghai ini maka acara pun dimulai.Ruangan di Lai Ching Chinese Restaurant - Four Seasons Hotel Jakarta terasa hening ketika acara dimulai. Ibu Odilia memberikan sambutan singkat dengan memperkenalkan chef Peter Tang yang kaya pengalaman serta sarat dengan penghargaan di bidang kuliner. Senyum ramah sang chef menghangatkan suasana dan keakraban di antara chef dan peserta pun segera terjalin. Dengan bahasa Indonesia yang terpatah-patah, Chef Tang memberikan introduction singkat mengenai jenis-jenis seafood yang biasanya digunakan dalam hidangan Shanghai. "Hidangan Shanghai biasanya agak berminyak. Saya tahu benar karena istri saya orang Shanghai. Karena tak suka yang berminyak maka saya selalu membuat hidangan Shanghai yang lebih segar," demikian tutur chef yang pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Hongkong dan Perancis ini. Empat macam menu seafood diperagakan oleh chef Tang yang pernah berdomisili di USA selama lebih dari 10 tahun ini. Pertanyaan demi pertanyaan yang datang dari peserta dijawab dengan hangat dan penuh senyum. "Chef, bisakah ikan ekor kuning untuk sup diganti dengan ikan jenis lainnya, seperti misalnya ikan kakap atau kerapu?", "Adakah perbedaan antara mie asal Hongkong dengan mie asal Shanghai?" atau "Bagaimana menghilangkan aroma asam pada rebung rebus?" dan masih banyak pertanyaan lainnya yang berasal dari rasa penasaran peserta. Semua pertanyaan tersebut tentu saja dijawab oleh chef Tang dengan hangat dan penuh senyum. "Semua seafood ini sebaiknya direbus sebentar dalam air mendidih supaya lembut. Jangan lama-lama nanti jadi alot (liat-red)," demikian tip dari chef Peter. Tentu saja peserta tertawa geli mendengar sang chef menyebut istilah dengan bahasa Jawa. Semangat peserta semakin bertambah ketika sesi mencicip digelar. Setiap hidangan yang selesai diperagakan oleh sang chef, langsung diedarkan untuk dicicip. Waooo...benar-benar fresh from the 'wajan'. Dari sup yang panas mengepul, seafood yang dimasak dengan gluten, mi goreng Shanghai hingga udang goreng. Jangan heran kalau semuanya licin tandas. Mungkin karena udara dingin membuat perut peserta terasa lebih kosong. Bagaimana reaksi peserta? "Hmm...nyam..nyam...ueenak buuangeett!!!" celetuk salah satu peserta yang langsung disetujui oleh semua peserta. Tidak hanya itu saja, kemurahhatian sang chef juga ditunjukkan dengan adanya bonus resep andalan dari Lai Ching Chinese Resto. Apakah gerangan? Sambil menunggu persiapan yang sedang dilakukan oleh sang chef, kami meneruskan acara dengan membagikan doorprize. Dan yang beruntung mendapatkan voucher makan di Lai Ching Chinese Restaurant adalah Ibu Sari dan Ibu Noeria.Chef Tang segera siap dengan bonus resepnya. Wuaoo..ternyata resep Udang Goreng Bie Fong Tong. Hmm...siapa tak suka udang goreng tepung yang 'krenyes-krenyes'? Sambil memasak, chef bercerita mengenai bumbu Bie Fong Tong yang terkenal di HongKong. "Di Hongkong, ada sebuah resto yang terkenal dengan hidangan ini yang laris manis. Tapi di samping karena menu andalannya tersebut, resto itu juga terkenal karena gadis pramusajinya yang sangat cantik." cerita chef Tang. Spontan ledakan peserta terdengar menanggapi cerita chef tersebut. Ciri khas bumbu Bie Fong Tong ini terletak pada bawang putih cincang yang digoreng kering dan cantik. Aroma harum udang goreng sudah membuat peserta gelisah. Apalagi saat cabai rawit mulai ditumis, aromanya sangat menggelitik. Dalam sekejap, udang goreng dituang di piring dengan tebaran bawang putih cincang goreng yang melimpah. Tanpa dikomando, para pesertapun antri mencicip udang Bie Fong Tong. "Bagaimana nih rasanya?" tanya chef Tang. "Ennnaaakkk...." jawab peserta serempak. Akhirnya acara ini ditutup dengan makan siang bersama. Sesekali chef mendatangi peserta dan menanyakan kesan dan pesan terhadap hidangan yang tersaji. Terlihat wajah yang enggan untuk meninggalkan area cooking class ini. Sampai jumpa di cooking class berikutnya ya!
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN