Belajar sambil Berlumur Cokelat II

Belajar sambil Berlumur Cokelat II

- detikFood
Senin, 20 Mar 2006 14:16 WIB
Jakarta - Mencocol cokelat sambil sesekali mencicipinya memang menyenangkan. Apalagi, cokelat yang dicocol bukan cokelat sembarangan, tapi cokelat Lindt yang terkenal enak itu hmmm...siapa pun pasti nggak bisa tahan! Itulah yang terjadi saat CWS Cokelat II yang digelar Sabtu lalu di Four Seasons Hotel rame, seru, dan yang pasti tubuh bermandikan cokelat yummy! Meskipun sempat mengalami penundaan, antusiasme peserta dalam mengikuti CWS cokelat ini tetap tinggi. Bahkan ada dua orang peserta yang sengaja datang ke Jakarta hanya untuk mengikuti cooking class cokelat ini, bapak Editjan yang datang dari Medan dan Ibu Virya dari Solo. Meski baru saja melakukan perjalanan yang cukup jauh, kedua orang peserta ini tidak nampak lelah mengikuti CWS ini. "Saya berangkat tadi pagi jam 5 pagi", begitu katanya pada kami. Wah..wah..wah...semangat sekali ya mereka, datang jauh-jauh demi mengikuti CWS detikfood. Sekitar pukul 10.10 acara dimulai. Seperti biasa, acara dibuka oleh Ibu Odi dengan sedikit prolog dan perkenalan yang kemudian dilanjutkan oleh Pak Made Kona. "Apa kabar ibu-ibu, bertemu lagi dengan saya Made Kona", begitu kata pak Made menyapa peserta CWS cokelat II. Secara singkat pak Made membahas sejarah cokelat, asal cokelat, jenis-jenis cokelat, berikut kekurangan dan kelebihannya. Selagi pak Made menjelaskan pada peserta mengenai perbedaan cokelat, Ibu Odilia mempersilakan peserta untuk bertanya tentang apa saja yang berhubungan dengan cooking class kali ini. Kontan, peserta pun "membombardir" pak Made dengan aneka pertanyaan. Mendapat "bombardir" pertanyaan pak Made bukannya Marah, tapi justru lebih bersemangat menularkan ilmu yang dimilikinya pada peserta. "Kan ilmu itu harus selalu di amalkan dan semakin diamalkan ilmu justru semakin banyak, bukan semakin habis" begitu kata pak Made. Selesai dengan penjelesan singkat tentang cokelat pak Made pun beralih pada resep pertama, Dark Truffles. Pertama pak Made memberi contoh cara membuat cokelat ganache mulai dari memotong, mengaduk, menyimpan. Tak hanya itu, pak Made juga membuat ganache dari dua jenis cokelat yang berbeda coverture dan compound. "Biar tahu perbedaanya", begitu alasan pak Made. Setelah tuntas membuat ganache kini tiba saat yang ditunggu-tunggu, melumuri tangan dengan cokelat! Wajah peserta tampak semakin berseri-seri saat asisten pak Made membagikan piping bag-piping bag besar berisikan cokelat...yummy! Sembari membuat bulatan seperti yang dicontohkan, peserta pun tak segan-segan untuk mencolek-colek sedikit cokelat yang dijadikan bahan praktek. "Enak, enak...hehehe!" Sambil menunggu cokelat dingin, pak made kembali membagikan piping bag berisi cokelat yang siap dijadikan "mainan" oleh para peserta. "Ih, sayang ya cokelatnya lumer ke mana-mana, mendingan masukin lidah deh!", lagi-lagi peserta tak tahan untuk mencicipi cokelat yang sedikit berceceran di sarung tangan atau jemari mereka. Meski berkali-kali selalu diingatkan pak Made untuk selalu berhati-hati agar tidak belepotan, namun masih ada saja peserta yang kecipratan cokelat di bajunya. "Nggak apa-apa kok, ini kan kotor yang enak!", sahut salah seorang peserta. "Ibu-ibu tolong ya dibuatnya jangan terlalu kecil, juga jangan terlalu besar", Pak Made mengingatkan. "Yah, pak saya maunya yang besar, biar puas makannya!", sahut seorang peserta yang disambut tawa peserta lainnya. Belajar, bercanda, sambil belepotan cokelat memang menyenangkan. Apalagi ada kesempatan tak terbatas untuk mencemal-cemol ccokelat Lindt yang sangat enak itu. Resep demi resep pun tak terasa terlewati satu persatu dan tak ada satu orang pun peserta yang merasa bosan atau keberatan semua larut dalam kebahagiaan yang manis. Selesai dengan membuat cocholate candy pak Made mengajarkan cokelat decoration. Tak kalah antusias dengan sesi-sesi sebelumnya, pada sesi ini pun peserta "membombardir" pak Made dengan aneka pertanyaan. Bukan pak Made namanya kalo tidak memberi surprise dalam cooking class, seperti biasa, pak Made akan membagikan cake spesial bagi peserta yang berulang tahun. Kali ini giliran Mbak Emma, Mbak Marry, dan Mbak Peggy yang mendapat bingkisan spesial. beruntung sekali mereka karena berulang tahun di bulan Maret, selamat ya!Habis sudah daftar resep yang harus dipelajari namun, semangat untuk belajar masih tinggi. Akhirnya Ibu Odilia menyarankan peserta untuk menyimpan dulu pertanyaan mereka dan dilanjtkan kemudian saat sesi makan siang. Namun sebelum beralih dari Steak House menuju Seasons Cafe untuk makan siang, terlebih dulu dilakukan pembagian doorprize. Ritual cooking class detikfood ini memang selalu ditunggu-tunggu oleh peserta. Peserta yang beruntung kali ini adalah, Mbak Tita dan Pak Editjan. Rupanya tidak sia-sia pak Editjan datang jauh-jauh dari Medan, selain membawa ilmu dan cokelat yang manis, beliau juga mendapatkan voucher makan dari Hotel Four Seasons. Acara pun diakhiri dengan makan siang dengan aneka menu lezat. Peserta pun pulang dengan senyum manis, semanis cokelat yang ada dalam genggaman mereka masing-masing. Jangan lupa, minggu depan CWS kembali hadir dengan topik-topik menarik dan spesial lainnya. Ayo buruan daftar dan dapatkan kesempatan belajar yang menyenangkan! (lil/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads