Kue Ku Buah Cantik & Gosip Seru
Senin, 13 Feb 2006 10:27 WIB
Jakarta - Wajah para peserta cooking class "jajanan pasar" terlihat secerah Sabtu pagi yang indah kala memasuki studio Arumanis yang berlokasi di Kebayoran Baru. Meskipun acara sempat terpending selama beberapa menit, namun semangat serta antusias mereka tak pernah surut sedikitpun. Maklum saja rupanya mereka sudah tak sabar lagi ingin mengasah ketrampilan tangan dalam membuat kue tradisional serta seni melipat daun. Acara dibuka dengan pengenalan secara singkat Ibu Lily Erwin, pencinta kue tradisional Indonesia yang telah menulis banyak buku dan juga pengusaha katering. "Bu, jangan lupa kue pepe gulungnya ya, saya penasaran sekali lho dengan kue yang satu ini", demikian komentar salah satu peserta saat Bu Lily memberikan penghantar materinya. Ternyata antusias peserta untuk membuat jajanan pasar ini sudah tak terbendung lagi. Oleh karenanya, merekapun segera menuju ke tempat praktek dimana semua bahan dan alat perlengkapan memasak telah disiapkan.Agar tak memakan waktu lama, para peserta dibagi dalam dua kelompok. Meski pada awal mereka terlihat malu-malu, namun suasana akrab mencair dengan sendirinya ketika mereka memulai sesi praktek dengan memanfaatkan bahan-bahan pembuat jajanan pasar. Bahkan Monic (16 tahun), peserta cooking class yang paling muda tak terlihat sungkan ataupun canggung berada di tengah-tengah peserta yang jauh lebih tua dengannya. Santai dan hangat adalah dua kata yang tepat untuk melukiskan situasi cooking class kali ini. Adonan kacang hijau untuk isi kue ku dengan cekatan dibuat oleh peserta. Demikian juga adonan kulitnya. Kue kue bentuk jeruk, strawberry, jagung, jambupun mulai dibentuk. Nah, sambil tangan membentuk kue maka mulutpun "berkicau". Canda, gossip sampai cerita pengalaman pribadi pun memenuhi ruangan praktek. Jadilah suasana akrab. "Wah, strawberryku ketimpa bajaj nih, kok gepeng aja ya dari tadi," demikian canda seorang peserta. Kue pepe gulung, kue mangkuk serta kue talam ubi juga dengan cekatan diselesaikan mereka. Kesulitan dan kegagalan seputar kue-kue tradisional juga dibahas habis oleh bu Lily. "Bu Lily, mengapa ya, saya setiap membuat kue pepe gulung tak pernah bisa digulung?" atau "Mengapa ya adonan kue mangkuk ini tak juga mengental, meski sudah diberi tepung kanji?" atau "Kira-kira ada atau tidaknya pengganti zat pewarna untuk kue-kue jajanan pasar ini?" dan beberapa pertanyaan lainnya yang terlontar dari peserta. Dengan sabar dan penuh senyum, Bu Lily senantiasa menjawab semua pertanyaan tersebut dengan sesekali menambahkan tips serta trik handalannya. "Ibu-ibu, membuat kue tradisional ini juga membutuhkan seni lho selain ketrampilan tangan serta kesabaran" demikian penjelasan Bu Lily saat peserta mulai membentuk kue ku. Situasi yang hangat ini membuat para peserta terlena hingga nyaris saja melupakan waktu makan siang. Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang, acara dilanjutkan dengan melipat daun. Ada dua jenis lipatan yang dibuat. Lipatan Sisik Ikan dan Kuku Garuda. Dengan gemulai tiap peserta mengikuti gerakan melipat ibu Lily dan hasilnya mereka berhasil membuat baki. Ada yang dibentuk mengelilingi alas, ada juga yang dibuat dengan tumpukan lipatan dalam berbagai ukuran. Semuanya unik dan cantik!Acara baru selesai pukul 16:30 wib. Meski lelah mereka tersenyum puas menenteng hasil kreasi masing-masing. Semua hasil praktek dibagi rata oleh peserta. Termasuk kue mangkok yang kurang berhasil. "Ini sebagai barang bukti," demikian komentar mereka. Jika Anda penasaran dan masih belum mendaftar cooking with style detikfood, inilah saat yang tepat. Kunjungi selalu web kami dan daftarlah segera agar tak kehabisan tempat. Karena tema-tema cooking selanjutnya tak kalah menariknya dari yang pernah kami sajikan. Soo...jangan sampai ketinggalan ya dan sampai jumpa di cooking class berikutnya...
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN