5 Jam Operasi Ayam

5 Jam Operasi Ayam

- detikFood
Senin, 09 Jan 2006 10:32 WIB
Jakarta - Tahun 2006 ini kami buka dengan Cooking With Style Exclusive Tradisional dengan topik Ayam Kodok. Kelas yang kecil sengaja kami bentuk agar materi dan praktek bisa dilakukan dengan penuh konsentrasi. Pukul 10.15, peserta sudah berkumpul di Arumanis, Indonesian Culinary Arts yang bermarkas di Jl. Ciniru. Setelah ngemal-ngemil kue dan jajanan serta menghirup secangkir teh hangat, penjelasan sang juru masak, Ny. Yati, soal ayam segar ditanggapi dengan pertanyaan bertubi-tubi, penuh semangat.Pembuatan ayam kodok diawali dengan proses pelepasan tulang dan daging ayam. Tiap peserta sudah siap dengan pisau dan seekor ayam berikut gunting dan peralatan lainnya. 'Pokoknya harus dijaga jangan sampai ujung pisau melukai kulitnya. Sayat pelan-pelan ya...', demikian pesan Ny. Yati. Rasa tegang dan ingin tahu membuat peserta ekstra hati-hati. "Aduh Bu, tolong...aku takut kulitnya kena!," demikian teriak seorang peserta. Setelah berkutat melepas daging, mematahkan tulang, akhirnya lebih dari 1 jam, ayampun terlepas dagingnya. "Kalau robek ya nggak apa-apa, nanti diobras aja, operasi plastik sedikit," canda Ny. Yati karena ada beberapa peserta yang kulit ayamnya tersayat.Proses pengisian badan ayam juga berlangsung asyik. Beragam tips dan saranpun diberikan. "Kalau adonan isinya nggak muat jangan dipaksain ya, nanti ayamnya 'meledak'," tutur Ny. Yati. Jadilah sisa adonan isi dikemas dalam kantung plastik. "Lumayan, di rumah bisa untuk bakso atau burger," komentar seorang peserta. Aroma harum ayam yang sedang dikukus sudah sangat menggelitik. Sambil menunggu ayam siap, pesertapun menikmati makan siang. Acarapun berlanjut dengan pembuatan 2 macam saus oleh peserta. "Hari ini saya juga mau kasih bonus bikin salad yang segar buat teman makan ayam kodok," tutur Ny. Yati yang dengan cekatan mencampur minyak salad dan kuning telur dengan grinder."Wah, ayamku robek ujung atasnya!," demikian teriak seorang peserta saat membuka kukusan untuk melihat ayam kodok hasil karyanya. Teriakan 'waah' pun diikuti oleh beberapa peserta. "Biar robek yang penting ayam ini kan aku bikin sendiri," komentar seorang peserta menghibur diri. Proses pemanggangan ayam berlangsung seru karena aroma harum ayam makin menjadi-jadi. Sementara menunggu ayam dipanggang, Ny. Yati menyiapkan cannelloni (yang dibuat di rumah), ayam kodok plus salad buah dan sayur. "Lha, kita makan lagi nih!," pesertapun berebut mencicipi. Ya, makan sorepun berlangsung meriah. Seluruh ayam kodokpun akhirnya selesai dipanggang. Saat ayam kodok buatan Anita, keluar dari oven, pesertapun bertepuk tangan. Tak lain karena ayam kodok buatan Anita mulus, cantik, tanpa robekan sedikitpun. "Aduh, nggak nyangka, aku kan nggak pinter masak," komentar Anita senang. Menjelang pukul 15.30 pun acara ditutup, apalagi kalau tidak dengan foto-foto bersama (lengkap dengan ayam kodok hasil buatan sendiri). Nah, jika Anda ingin belajar membuat ayam kodok seperti mereka, ada satu kelas lagi, hanya untuk 8 orang, untuk hari Sabtu, 14 Januari 2005. Segera saja daftarkan diri Anda di ticketbox detikcom karena tempat sangat terbatas! (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads