Cooking With Style Akhir Tahun 2005
Belajar Seni Melipat Daun & Ayam Kodok
Selasa, 13 Des 2005 10:17 WIB
Jakarta - Tahun 2005 memang hanya tinggal hitungan hari saja. Dari pada merenungi yang sudah lewat, Anda bisa menambah wawasan dan ketrampilan untuk rencana di tahun baru. Cooking With Style menawarkan dua program cooking class yang super spesial. Bukan hanya pilihan temanya tetapi juga jumlah pesertanya. Hanya 10 orang saja! Karena itu daftarkan diri segera!Waktu berjalan sangat cepat sehingga banyak hal yang mungkin Anda rencanakan di tahun 2005 tak tercapai. Jangan kecil hati, ada banyak hal positif yang bisa Anda lakukan untuk mengisi sisa hari di tahun 2005 ini. Secara khusus, kami menyiapkan program spesial akhir tahun yang berupa cooking class exclusive. Dalam cooking class ini tiap peserta akan dibimbing langsung dengan cara praktek langsung atau 'hands on'. Materi dan konsentrasi peserta akan lebih terfokus sehingga lebih banyak informasi yang bisa diberikan. Cooking class super spesial ini kami siapkan dalam dua pilihan topik. Yang pertama, Seni Melipat Daun. Daun pisang memang sejak dahulu menjadi bahan pembungkus makanan. Dengan mengadaptasi seni dari negeri gajah putih, Thailand, ada ragam lipatan daun yang bisa mempercantik penampilan makanan. Dari Nasi tumpeng, lauk-pauk hingga jajan tradisional. Empat lipatan yang meliputi Kuku Wanita, Sisik Ikan, Garuda atau Wiron dan Telang akan diperagakan dan diikuti dengan praktek membuat lipatannya. Kelas akan dibimbing langsung oleh Ny. Lily Erwin, seorang ahli masakan tradisonal dan penulis buku masak. Sebelumnya tentu ada info komplet seputar daun pisang dan cara memilih daun pisang yang baik serta cara menyimpan hasil lipat daun agar tetap cantik dan tahan lama. Kecuali materi kursus dan makan siang, semua bahan-bahan praktek akan disiapkan dan hasil praktek untuk dibawa pulang. Kelas ini hanya tersedia untuk 10 (sepuluh) orang saja. Jika tak terlalu tertarik dengan yang penuh detil, mungkin Anda bisa mempelajari salah satu hidangan warisan kolonial yang nyaris punah yaitu Ayam Kodok. Ya, karena hanya beberapa orang saja yang mampu membuatnya. Bahkan seorang pembuat ayam kodok yang tersohor lezat di Jakarta sudah meninggal dunia tanpa sempat mewariskan ilmunya pada orang lain. Sajian ayam ini dahulu memang hanya dinikmati oleh kaum kelas atas. Pertama, karena membuatnya sulit, kedua karena bahan-bahannya cukup mahal. Teknik mencabut tulang ayam, membuat adonan isi, mengisi adonan hingga menjahit yang rapi akan diperagakan secara detil. Segala seluk-beluk 'mengoperasi' ayam, hingga menyajikan dengan cantik akan dibahas komplet. Tiap peserta akan mendapatkan resep, bahan-bahan untuk praktek, makan siang dan hasil praktek berupa 1 ekor ayam kodok lengkap dengan sausnya. Karena memerlukan konsentrasi dan ketelitian maka kelas ini hanya bisa diikuti oleh 8 (delapan) orang saja dan akan dibimbing secara langsung oleh Ny. Yati yang berpengalaman lebih dari 20 tahun lamanya.Nah, kalau Anda tak punya rencana khusus untuk berliburan akhir tahun, segera catat waktunya dan daftarkan diri Anda.Seni Melipat Daun : Kelompok I : Senin, 19 Desember 2005 dan Kelompok II : Kamis, 22 Desember 2005, jam 10.00 - jam 15.00. Tiap kelompok hanya untuk 10 peserta. Ayam Kodok : Rabu, 28 Desember 2005, jam 10.00 - 15.00. Hanya tersedia untuk 8 peserta. Kedua cooking class akan diadakan di Arumanis, Indonesian Culinary Arts, Jalan Ciniru I No.12, Kebayoran baru, Jakarta Selatan Kecuali kesempatan istimewa, paket cooking class exclusive ini juga diberikan dengan harga spesial. Karena keterbatasan waktu dan tempat, tempat hanya diberikan pada mereka yang segera membereskan urusan administrasi. Agar tak kehilangan kesempatan spesial ini segera daftarkan diri Anda di sini!Dikarenakan Ny Yati, sebagai Chef CWS Exclusive Ayam Kodok sakit, maka acara CWS yang semula akan diadakan pada hari Rabu, 28 Desember 2005 ditunda menjadi hari Sabtu, 7 Januari 2006.
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN