Asyik Berebut Kue dan Hadiah!!!

Asyik Berebut Kue dan Hadiah!!!

- detikFood
Senin, 12 Des 2005 12:55 WIB
Jakarta - Bulan Desember memang identik dengan hadiah, perhatian dan kejutan. Buktinya, peserta cooking class bulan Desember ini bukan hanya dapat beragam hadiah, tips dari sang pastry chef tetapi juga bisa terus mencicip kue-kue spesial yang dibuat. Kuepun dikemasi dan hadiahpun berebut ditukar. Seru dan asyik!Meskipun dimulai agak siang tetapi menjelang pukul 10.00 pagi peserta Cooking With Style sudah ada di Colvmbvs Fine Dining Restaurant yang berlokasi di lantai lt.4 Gran Melia Jakarta. Sesi pertama dibuka oleh mbak Felis Manurung, sang pastry chef yang didampingi Pak Atang, chef bakery dengan resep Fruit Cake versi pertama. 'Fruit cake ini memang teksturnya akan ringan dan buahnya tidak terlalu padat sehingga rasanya tidak terlalu mengenyangkan,' jelas mbak Felis. Tanpa dikomando hampir semua peserta menyerbu ke depan untuk melihat tekstur adonan yang dikocok pak Anang. 'Mbak, aku kalau bikin fruit cake, buah-buahannya selalu "mendarat" di bawah kue dan rasanya jadi keras,' tanya seorang peserta. Dengan cekatan mbak Felise memberi jawaban plus bukti nyata. 'Supaya tahu benar kalau buah nggak jatuh di bawah kue, lihat saja kue ini. Boleh saja dicicip!', jawab mbak Felise sambil menyajikan potongan kue yang kuning cantik dengan taburan buah merata. 'Boleh dimakan mbak?,' tanya peserta tak yakin. Tanpa dikomando lagi pesertapun mulai mencicip fruit cake dalam potongan yang cukup besar. Yam...yammm!!! Resep kedua, fruit cake dengan versi agak berat karena banyak memakai buah dengan cekatan dibuat oleh mbak Felise. Setelah panjang lebar dijelaskan soal merendam buah sampai mengenali tekstur fruit cake yang berbeda, urusan memoles cake jadi topik berikutnya. 'Lapisan pada fruit cake kecuali menambah cantik cake juga membuat cake jadi tahan lebih lama di suhu ruangan. Cake tetap lembap dan enak,' tegas mbak Felise sambil mengoles cake dengan Royal Icing. Supaya makin bisa menghayati, seloyang fruit cake cantik beroles icing pun diperlihatkan. Kali ini, cakepun bebas dicicipi. 'Lha, kita bisa kenyang nih sebelum makan,' komentar seorang peserta sambil menggigit potongan cake. Maka tak heran jika ada sebagian peserta yang sibuk mencatat dan menginterogasi sang chef tetapi ada juga yang pakai ilmu apresiasi. Mencicip kemudian membahas. Mulut terus goyang dan ilmupun bertambah!Stollen, roti Natal khas Jerman diperagakan oleh Pak Atang. 'Adonan yeast akan berbuih tinggi seperti ini jika sudah dicampur susu hangat,' jelas Pak Atang sambil mencampurkan bahan-bahan dalam mikser. Meskipun sedikit rumit, proses pembuatan stolen tidak terlalu repot. 'Soal bentuk dan besarnya stolen, bisa disesuaikan selera. Boleh besar, boleh kecil,' demikian komentar pak Anang. Stolen yang sudah diiris tipis juga menjadi bahan cicip. 'Enak ya, bagian luarnya wangi sekali,' komentar seorang peserta. Sambil menunggu roti mengembang, mbak Felise memberi satu bonus resep: Almond Ring. 'Yang ini gampang sekali dan cantik,' tegas mbak Felise sambil menggelar adonan puff pastry. 'Adonan puff pastry bisa dibeli. Kalu dibuat sendiri, terlalu repot, nanti malah nggak sempat Natalan dan pesta,' komentar mbak Felise sambil tersenyum. Setelah ditipiskan, diisi marzipan lalu dibentuk lingkaran, persis lingkaran Natal. Hiasan ceri merah dan almond membuat kue jadi cantik!Sebelum makan siang, detikfood berbagi info tentang Sari Umbi, tepung ubi jalar. Produk terbaru Bogasari Flour Mills ini sangat kaya nutrisi. Kandungan vitamin E yang menjadi antioksidan dan betakaroten merupakan zat gizi andalan dalam tepung ubi jalar ini. Resep Kue Mangkuk Sari Umbi yang sangat praktis, dalam sekejap selesai dibuat oleh Emma, peserta setia Cooking With Style. Hadiah berupa celemek Bogasar yang cantikpun mulai dibagikan. Tak disangka, hampir semua peserta hafal jenis dan keunggulan produk Bogasari. Tak heran kalau detikfood bingung membagi hadiah karena semua menjawab quiz dengan benar! Tak ayal lagi, peserta mulai sibuk berebut hadiah. Mbak Diah, minta hadiah celemeknya ditukar voucher makan di Gran Melia. 'Hari ini hari ultah perkawinanku,' demikian alasannya. Meskipun tak ada acara tukar kado dan hadiah, detikfood pun meluluskan permintaannya. Tak lain sebagai ungkapan selamat. Peserta yang lainpun ikutan mengincar buku Sushi, hadiah dari detikfood sebagai penukar hadiah celemek cantik. 'Aku pengin belajar bikin sushi,' demikian alasan ibu Ritri yang baru pindah dari Medan ke Jakarta ini. Nah, inilah mereka yang berhasil membawa pulang hadiah dari Bogasari, Ibu Kristiana, Ibu Rini, Ibu Anita, Ibu Dianti, Ibu Elrica, Ibu Lorensia, Ibu Meilianti, Ibu Hesti dan Ibu Dinnie. Hadiah voucher makan Gran Melia dibawa pulang oleh Ibu Yanti dan Ibu Diah R. Buku Sushi dari detikfood diberikan pada Ibu Ritri.Acara makan siang menjadi penutup yang meriah. Setelah kenyang bersantap, pesertapun asyik menikmati kue-kue hasil cooking class. Karena perut sudah terlalu kenyang maka potongan kue-kuepun mulai dikemasi dalam lembaran kertas tissue (bahkan ada yang sudah menyiapkan box dari rumah!). Sebelum pulang, mereka masih menambah bekal dengan belanja Sari Umbi dari gerai Bogasari. Pokoknya komplet! Nah, Selamat Natal dan Tahun Baru ya! Sampai jumpa tahun depan! (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads