Setiap tahun bikin kaastengels dan nastar? Tahun ini, buatlah sesuatu yang baru seperti eclair atau financier. Seorang Executive Pastry Chef mengungkap rahasia membuat pastry Prancis ini. Tentunya lengkap dengan icip-icipnya!
Bertempat di Shangri-La Hotel Jakarta, Sabtu (12/07/2014), Detikfood menggelar cooking class bertema kue-kue Lebaran. Sekitar 50 orang peserta antusias menyaksikan Executive Pastry Chef Frederic Scailteur beraksi membuat aneka kue menggiurkan.
Chef Scailteur mengawali acara yang dimulai sore hari ini dengan mempraktikkan cara membuat 'BATS Cheese Cake'. Cheese cake klasik ini sudah 20 tahun jadi favorit di BATS, salah satu restoran di Shangri-La Hotel Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempersingkat waktu, chef asal Belgia ini menyelingi pembuatan cheese cake dengan resep 'Verrine Cassandra'. Cassandra adalah resep kreasi Chef Scailteur yang berupa parfait. Verrine Cassandra sendiri berasal dari Bahasa Prancis yang memiliki arti sama dengan 'Cassandra in a jar'.
Di antara resep lain, Verrine Cassandra termasuk yang paling mudah dibuat. Lapisan raspberry, nanas, joconde cake (semacam sponge cake tipis), crumble, serta cream cassandra di gelas mungil transparan tampak cantik.
Pernah mencoba financier, kue yang mirip bolu padat? Ternyata, aroma wangi pada kue ini berasal dari penggunaan beurre noisette (hazelnut butter) alias mentega yang dipanaskan hingga berkaramelisasi. Wah, wanginya menyebar ke seluruh ruangan saat Chef Scailteur mengolahnya. Para peserta jadi tak sabar ingin berbuka puasa!
Sang chef kemudian mencontohkan cara membuat eclair, kue sus panjang ramping khas Prancis. Dari cara membuat kulit, isi custard, chantilly (whipped cream), sampai cara menghiasnya dipraktikkan pelan-pelan sambil diberi penjelasan.
Di tengah cooking class, seorang peserta menanyakan bagaimana cara memanggang eclair jika menggunakan oven konvensional. "Oven konvensional sulit dipakai untuk memanggang eclair. Kalaupun bisa, eclair harus dibekukan dulu sebelum dipanggang dan harus menggunakan cocoa butter, bukan mentega biasa," jawab Chef Scailteur.
Iapun membuat dua versi eclair. Eclair strawberry ia belah dan di tengahnya diisi custard, potongan buah strawberry, selai raspberry, dan whipped cream. Sementara itu, eclair raspberry ia 'suntikkan' custard dari bagian bawah eclair. Bagian atasnya ia celupkan ke fondant yang diberi warna merah cantik.
"Eclair kelihatannya mudah dibuat, padahal bisa gagal kalau tak tahu triknya," Chef Scailteur mengingatkan.
Di akhir demo membuat kue, Chef Scailteur memperlihatkan cara menghias kelima kudapan tadi menggunakan bebungaan, buah, krim, marshmallow, gula bubuk, sampai lembar perak dan emas yang bisa dimakan. "Cake itu seperti wanita, harus elegan dan seksi," katanya.
Semua resep selesai sekitar 20 menit sebelum azan Magrib berkumandang. Sebagian peserta menanyakan hal-hal yang kurang jelas, sedangkan beberapa orang mengambil kudapan untuk berbuka. Namun, tak sedikit yang antre berfoto dengan sang chef!
Setelah beduk ditabuh, para peserta menikmati aneka sajian yang telah disiapkan Shangri-La dan menunaikan salat magrib. Seperti biasa, acara ini ditutup dengan pembagian merchandise menarik dari Detikfood. Kali ini tiga orang peserta berhasil memenangkan voucher high tea dari Shangri-La karena dinilai paling interaktif selama cooking class. Selamat!
Menyesal tak ikut cooking class Detikfood kali ini? Pantau terus Detikfood agar tak kelewatan lagi cooking class menarik berikutnya!
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN