Mengintip Rahasia Wanginya Sup hingga Mousse yang Legit Lembut!

Mengintip Rahasia Wanginya Sup hingga Mousse yang Legit Lembut!

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 12 Nov 2012 09:39 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Banyak yang berpikir bahwa hidangan Prancis identik dengan fine dining. Bahan yang digunakan mahal dan sulit dicari, teknik memasaknyapun rumit. Padahal, negeri ini juga punya masakan sederhana yang enak. Chef Thierry pun membagikan resep rahasianya di cooking class ini.

Itulah yang dipelajari oleh peserta Cooking Class French Home Cooking, Sabtu (10/11/12) lalu. Bertempat di Esquire Room, Mandarin Oriental Jakarta, Chef Thierry Le Queau menunjukkan keahliannya menyajikan hidangan rumahan a la Prancis.

Thierry Le Queau adalah Executive Chef Mandarin Oriental Jakarta. Pria asli Prancis ini membuka cooking class dengan resep 'Classic Onion Soup'. Bawang Bombay, kaldu ayam, dan beberapa bahan lainnya diolah menjadi sup gurih. Sup ini nyaris tak pernah absen dalam hidangan sehari-hari orang Prancis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahasia keharuman sup ini terletak pada saat menumis bawang bombay. Tak bisa buru-buru. 'Harus ditumis perlahan sampai bawang ini bening dan menjadi kecokelatan mengeluarkan karamel yang harum,' demikian pesan chef Thierry dan aroma wangi bawangpun memenuhi ruangan.

Sambil mengerjakan resep tersebut, ia mengefektifkan waktu dan bahan dengan memasak 'Chicken Coq Au Vin Style'. Daging ayam, wortel, jamur, dan bawang Bombay direndam dalam red wine, lalu dimasak dengan api kecil selama 1-2 jam. "Kalau proses memasaknya cepat, daging ayamnya akan kering," kata Chef Le Queau.

Red wine bekas rendaman tadi juga harus dipanaskan terlebih dahulu agar darah ayamnya naik dan terpisah. "Lihat, gumpalan ini adalah darah. Makanya harus disaring, supaya aromanya tidak anyir," katanya sambil menunjukkan rebusan red wine.

Di meja sudah disiapkan pastry vol-au-vent. Khusus untuk membuat mangkuk puff pastry yang bertumpuk rata dan mengembang sempurna, sang chef juga mempraktikkan triknya. Teknik 'up side down' diikuti cermat langkah-langkahnya oleh peserta.

Rupanya, puff pastry yang renyah ini diisi ayam dan jamur yang creamy menjadi 'Bouchée à la Reine'. "Mau coba?" tanya Chef Le Queau kepada peserta. Kontan saja mereka berbaris dengan tangan memegang piring kecil dan garpu. Sebelum dan setelah mencoba, mereka menggoyangkan lidah. "Hmm... Enak, gurih!" kata salah satu peserta.

Setelah mempraktikkan cara membuat hidangan berbahan ayam, Chef Le Queau memasak ikan. 'Cod à la Niçoise with Olive Oil Crushed Potatoes' menjadi hidangan utama yang cantik dan nikmat di lidah. Bagaimana tidak? Ikan cod yang gurih disajikan dengan kentang yang dilumatkan kasar dan tumisan paprika. Tambahan cabai piment d'espelette yang berwarna oranye dan sedikit asam membuat sajian ini jadi makin sedap aromanya.

Sebagai penutup, Chef Le Queau membuat 'Chocolate Mousse' yang banyak menjadi favorit. Ia tidak menggunakan krim, sehingga dessert ini lebih rendah kalori namun tetap lezat. Yang paling utama adalah saat mengocok putih telur dengan gula, harus benar-benar naik hingga teksturnya ringan dan rapat.

Chef Le Queau menjalankan tiap tahap memasak tanpa terburu-buru, sehingga peserta lebih mudah memahaminya. Dengan bahasa Inggris yang bercampur aksen Perancis, menjawab pertanyaan peserta dengan sabar. Misalnya, terkait penggunaan wine sebagai ciri khas masakan Perancis. "Wine berfungsi memberikan sedikit rasa asam pada masakan. Namun, jika tidak ingin menggunakan alkohol, ganti saja wine dengan memperbanyak kaldu ayam," kata Le Queau.

Sebagai pengganti wine pada masakan Perancis sang chef memberi saran, "Sebenarnya, proses pemanasan saat memasak membuat kandungan alkohol wine menguap, sehingga tinggal rasanya yang tersisa. Makanya, sari anggur dapat digunakan sebagai alternatif nonalkohol," ujarnya.

Seperti biasa, usai demo masak peserta duduk manis di round table untuk mencicipi hidangan buatan Chef Le Queau. Dimulai dari Classic Onion Soup yang disajikan panas-panas. Sebagai appetizer, sup yang gurih ini sanggup membangkitkan selera makan. Bawang bombaynya lumat dan menambah aroma nikmat hidangan. Di dalamnya terdapat potongan roti baguette dan parutan keju comte lumer!

Chicken Coq Au Vin menjadi hidangan utama. Tak pelit, Chef Le Queau memberikan tiga potong dada ayam untuk setiap porsi. Wortel, bawang bombay, dan jamur champignon menjadi pelengkap sajian berkuah cokelat ini, plus sepiring makaroni. "Wah, kenyang ya," kata salah satu peserta.

Meski mengaku perut sudah penuh, mereka tetap menyisakan tempat untuk sepiring Chocolate Mousse. Makanan penutup ini semakin menggoda dengan garnish potongan stroberi, serutan cokelat, cracker wijen yang manis, serta taburan gula halus. Hmmm... Putih telur yang dikocok sempurna menyatu dengan manisnya cokelat, terasa lembut lezat di lidah!

Acara tak berhenti sampai di situ. Seperti biasa, peserta tak pulang dengan tangan kosong. Nama Fransisca Wijaya, Jessica Christy, Alfrida Piquet, Keisha Xaviera, dan Eddy Malek keluar sebagai pemenang merchandise dari Detikfood.

Selain itu, adapula hadiah untuk tweet terbaik selama acara berlangsung. Selamat kepada Iqbal dan Jessica Christy yang berhasil memperoleh voucher Saturday Brunch di restoran Lyon, Mandarin Oriental Jakarta! Sebelum pulang, semua pesertapun mendapatkan goodie bag dari hotel di bilangan Jakarta Pusat ini.

Peserta mengaku puas dan tertarik mengikuti cooking class selanjutnya. "Chefnya sabar dan tak pelit. Kami boleh mencicipi setiap resepnya. Adakan lagi dong yang seperti ini," pinta Alfrida, peserta setia cooking class Detikfood yang hampir tak pernah absen selama setahun terakhir.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads