"Siapa yang tahu apa sih kaastengels itu?" demikian pertanyaan pembuka yang dilemparkan Pak Yongki, Minggu pagi kemarin di Ranch's Cooking School, Pondok Indah. Ternyata banyak peserta yang jadi ragu alias tak yakin dengan jawabannya. "Pokoknya kue kering yang pakai keju itu deh," jawab seorang peserta.
"Kaastengels dari bahasa Belanda yang artinya 'kue batang keju'. Karena itu kaastengels bentuknya sebaiknya tetap batang alias potongan silinder atau segi empat," demikian jelas pak Yongki. Soal kejupun dibahas habis oleh pak Yongki.
"Pokoknya harus keju tua, bisa keju Edam, Parmesan atau Gouda. Jangan terpaku pada satu jenis keju. Silakan saja dipakai keju yang paling enak dan pas di lidah ibu-ibu," pesan pak Yongki yang masih saja diikuti dengan pertanyaan dari peserta. Di dalam resep dipakai jenis keju natural yang dibahas tuntas bentuknya, teksturnya dan rasanya!
Urusan jenis tepung terigu dan keju tuntas dibahas barulah dilanjutkan dengan pembuatan 6 jenis kaastengels. Hmm... semuanya terlihat sangat menarik dan menggoda! Trik mengaduk adonan kue kering juga dibahas lengkap. "Nggak usah pakai sendok kayu, pakai saja garpu, aduk terus sampai adonan berbutir dan lengket," tutur pak Yongki sambil mengaduk adonan Ebi Kaastengels.
Kalau biasanya para peserta membentuk kaastengels dengan cara menggiling adonan maka pak Yongki memberikan trik membentuk adonan yang praktis. Dengan selembar plastik dan palet besi, jadilah adonan yang kecil berbentuk silinder panjang. "Jangan sekali-sekali memakai tangan ya karena adonan akan jadi keras," pesan pak Yongki.
Urusan loyang juga menjadi perhatian penting. "Kalau memakai loyang yang pinggirnya berlekuk maka panas tidak bisa merata, jadinya kue akan gosong pinggirnya. Jadi nggak cantik dan gosong," tegasnya sambil memperlihatkan loyang yang tipis berupa lempengan besi saja. "Ini bisa dipotong dari seng yang ada di rumah, dari atap atau pagar," seloroh pak Yongki diiringi gelak tawa peserta.
Trik memanggang yang benarpun jadi bahasan serius. Sebelum dipanggang, kue kering disimpan beberapa saat di dalam lemari es. "Memanggangnya sekitar 30 menit, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan jenis oven masing-masing," jelas pakYongki.
Satu per satu resep dibuat dan dibentuk. Sementara di dalam oven mulai menguar aroma keju dan mentega yang menggelitik hidung. Kaastengels Special yangΒ pertama keluar dari ovenpun diserbu peserta. Ada yang sibuk memotret tetapi ada juga yang sibuk menyomot. Hmm... meskipun masih hangat, kaastengelspun dikunyah! Gurih, renyah enak ya?
Demikian juga dengan Kaastengels Ebi, Kastengels Cornflakes, Kaastengels Oatmeal hingga Kaastengels Emping. Soal memilih ebi, emping dan jenis cornflakes pun dibeberkan tuntas oleh pak Yongki. Peserta pun bagai tak mengenal lelah, terus saja bertanya sampai waktu makanpun nyaris dilewatkan. "Ibu, saya nggak mau jawab pertanyaan dulu ya. Sekarang makan dulu," seloroh pak Yongki diiringi derai tawa peserta.
Kaastengels Pizza yang terakhir dipanggang ternyata aromanya lebih kuat dan dahsyat. Wangi rempah dan cabai merah berlomba dengan aroma semberbak keju dan mentega. Bentuknya memang agak berbeda, bundar dengan taburan daging asap cincang plus serpihan cabai merah. Rasanya? O la la.. gurih-gurih pedas dan wangi!
Cooking class ditutup dengan belanja butter dan aneka bahan kaastengels dan tiap pesertapun dibekali satu kotak komplet berisi 6 jenis kaastengels. "Wah, dari tadi juga sudah kenyang kaastengels nih!" demikian komentar peserta. Ya, kali ini peserta benar-benar dibuat mabuk kaastengels dan puas menggali ilmu. Sampai ketemu di cooking class berikutnya ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN