Asyiknya Mengisi dan Menggulung Sushi

Asyiknya Mengisi dan Menggulung Sushi

- detikFood
Selasa, 10 Mar 2009 14:20 WIB
Jakarta - Para pencinta sushi akhirnya menuntaskan rasa ingin tahunya di cooking class ini. Urusan mengukur beras dan air, mencuci plus menanak, dibeberkan komplet. Belum lagi praktek mengisi dan menggulung sushi. Tak hanya sibuk membuat sushi, nasi yang menempel di tanganpun tak luput dari jilatan. Hmm..nyam..nyam enak ya!

Sabtu kemarin, jam belum menunjukkan pukul 09.00 pagi, beberapa peserta sudah memasuki Poke Sushi yang berlokasi di hotel Crown Plaza Jakarta. Semuanya asyik mempelajari handout yang dibagikan. Ya, semuanya tentang sushi, dari A sampai Z!

Toar Christopher atau yang akrab disapa Itoph, merupakan pemilik sekaligus sushi chef yang langsung membimbing peserta. Acara diawali dengan perkenalan berbagai jenis bahan yang biasa dipakai untuk membuat sushi. Komplet dari nama Jepangnya hingga tempat membelinya. Info dari Itoph pun disambung dengan penjelasan tentang peralatan yang diperlukan untuk membuat sushi. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alat yang terpenting untuk mmebuat sushi ternyata adalah pisau sushi. Bentuknya panjang berujung runcing mirip pedang samurai. Uniknya pisau ini hanya pipih salah satu sisinya. "Cara mengasah harus dari ujungnya kalau dari tengah atau pangkalnya, pisau dan asahannya bakal miring," demikian pesan Itoph. Ternyata diperlukan waktu 2 tahun untuk bisa mengasah pisau saja loh! Wah..wah.. Semua peserta berdecak kagum mendengarnya. "Kalau saya belajar ngasah pisau bisa-bisa 10 tahun baru lulus," celetuk seorang peserta.

Membuat nasi sushi yang enak diawali dari memilih beras yang tepat dan cara memasaknya pun tidak sembarangan. Sehingga menghasilkan nasi sushi yang pulen tidak lembek dan juga tidak kering. Mencuci beras yang baik agar tidak patah saat proses pencucian dan berapa lama proses memasakanya pun dibeberkan secara lengkap.

Dalam praktek langsung, pesertapun dibagi menjadi 6 kelompok. Tiap kelompok dibimbing oleh seorang asisten dan peragaan pembuatan diberikan langsung oleh Itoph. Wah, keriuhan dan gelak tawapun mewarnai acara praktek ini. "Duh, kok gak kaya chef yah nasinya nggak lengket di tangan?" tanya salah satu peserta. Kelompok Candra, Dian, Putri dan teman-temannya pun heboh, pasalnya nasi yang lengket di tangan segera dibersihkan dengan cara 'dijilati' langsung. "Enak lho..gurih lagi," komentar mereka diiringi gelak tawa.

Membuat Kani Nigiri selesai, dilanjutkan dengan membuat Kani Stick Roll. Kali ini membuatnya menggunakanan bantuan makisu atau alat menggulung sushi yang terbuat dari bambu. Urusan menggulung yang terlihat gampang ternyata setelah digulung sendiri tidak selalu mulus. "Walah punyaku kok gulungannya jadi gepeng gini," keluh seorang peserta.

Resep selanjutnya adalah resep sushi yang menjadi favorit, yaitu California Handroll. Dengan dibungkus dengan nori, sushi ini dibentuk seperti kerucut menyerupai es krim. Karena California handroll ini menggunakan alpukat sebagai salah satu isinya, maka cara memotong alpukatnya pun diajarkan. Hmm..benar-benar komplet sekali yah?

Seluruh peserta diberikan kebebasan berkreasi dalam membuat sushi, seperti menggunakan isi dan juga penataan dalam wadah. Sssst.. tapi ada juga peserta yang sudah tak tahan untuk langsung menyantapnya. Maka acara cicip mencicip pun berlangsung seru. Gari, wasabi dan shoyupun disediakan langsung di meja. Ini sesuai anjuran sang sushi chef, "Kalau mau enak, setelah dibuat sushi sebaiknya langsung dimakan. Kalau tidak nanti nasinya akan kering dan keras".

Proses mengaduk sushi su atau cuka sushi dengan nasi panaspun diperagakan lengkap oleh sang sushi chef. "Sebaiknya nasi yang sudah dicampur sushi su harus segera digunakan saat suhunya masih suam-suam kuku, agar nasi masih mudah untuk dibentuk," ujar chef Itoph memberikan sedikt tips.

Antusiasme membuat sushi juga ditunjukkan oleh peserta cilik, Mia yang mengaku sebagai pencinta sushi. Saat membuat Shrimp Tempura Roll banyak peserta yang mengalami kesulitan. Pasalnya nasi yang melapisi nori di bagian luar banyak yang 'pitak' alias tidak bisa mulus merata justru lebih banyak yang menempel di tangan! Hasil gulunganpun bergam ada yang miring isinya, terbuka gulungannya dan gepeng gulungannya! "Ternyata gak segampang makannya yah?" celetuk salah satu peserta yang disambut oleh senyum malu peserta lainnya.

Kelas sushi ini ditutup dengan tips membuat ebi tempura yang cantik dan lurus oleh Itoph. Dari memilih udang, mencuci hingga mengiris udang plus menggorengnya dibeberkan lengkap. Tanya jawabpun berlangsung seru. Pesertapun berkemas denganΒ  segala hasil praktek sushi, ada yang membawa 4 kotak sushi, dan ada yang hanya 1 kotak saja (maklum yang lainnya sudah masuk ke mulut begitu selesai dibuat).

O,ya ada tiga peserta yang berhasil membawa pulang voucher makan dari Poke Sushi: Irvan, Juliawati danΒ  Erna Kawi. Selamat makan sushi lagi ya! Buat yang lain sampai jumpa di cooking class bulan depan! (eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads