Marco Riva: Ditakdirkan Menjadi Chef

Marco Riva: Ditakdirkan Menjadi Chef

- detikFood
Rabu, 02 Jul 2008 15:30 WIB
Jakarta - Lahir di Italia Utara dari sebuah keluarga yang mencintai kuliner. Bakatnya pun terasah hingga ia memilih chef sebagai jalan hidupnya. Dalam tiap racikan masakannya ia selalu memberi sentuhan rasa Italia yang baru. Jadilah, hidangan penuh pesona rasa yang sulit dilupakan!

Saat bertemu kami, Marco Riva, chef belia, berusia 23 tahun ini langsung tersenyum lebar. Tinggi badannya yang mencapai 198 cm ini membuat jalannya melambai di antara para stafnya di restoran Portovenere, Hotel Ritz Carlton Jakarta. Meskipun restoran belum membuka pintu untuk tamu, sore itu chef yang berhobi berat main golf ini sudah mulai sibuk mengecek berbagai persiapan di dapurnya

Menjadi seorang chef Italia memang bukanlah sesuatu yang istimewa, terutama untuk orang Italia. Namun, Marco memiliki keberuntungan yang lain. Ia dilahirkan di dunia kuliner. Orang tuanya dan keluarga besarnya merupakan pemilik restoran dan hotel di Italia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lahir di Lecco, Lombardia, Italia Utara yang terkenal dengan pemandangan cantik danau Como dan lembah Valsassina merupakan keberuntungan Marco yang lain. Dibesarkan dalam keluarga pencinta kuliner membuat bakat Marco terasah sejak dini. Alam yang cantik, kaya akan hasil laut, sayuran dan berbagai bahan segar membuat Marco mencintai hidangan dengan rasa alami yang prima.

Setelah menamatkan pendidikan di Culinary Institute of Chiavenna, Marco pun memperdalam berbagai ketrampilan di bidang kuliner termasuk pastry, bread dan es krim. Mengawali karir di restoran Calliron di Bellagio, Marco yang mahir berbahasa Spanyol ini akhirnya memilih Amerika Serikat sebagau tempat memantapkan karirnya hingga menjadi Executive Chef di Montauk Yacht Club Montauk, New York.

Dalam mengolah hidangan chef yang gemar membaca novel-novel Grabrielle ini tidak terpasung dengan hidangan Italia. "Di dapur tidak ada yang baru. Selalu saja ada yang berasal dari inspirasi belahan dunia yang lain. Karena itu saat berada di negara lain saya selalu mempelajari kuliner yang otentik supaya tahu bagaimana citarasa aslinya," demikian tuturnya. Saat meraik pasta untuk tamu-tamu orang Asia, Marco sangat paham akan selera mereka, suka seafood dan rasa pedas berbumbu. Karena itu sajiannya selalu berkenan di lidah para tamunya.

Bicara soal makanan kegemaran, Marco yang sudah mengunjungi dan mencicipi makanan di berbagai daerah Indonesia ini tetap memilih pasta. β€˜Beragam jenis pasta dengan saus tomat dan basil segar sangat istimewa buat saya. Meskipun terlihat sederhana, seperti halnya nasi goreng tetapi jika dibumbui dengan tepat pastilah rasanya jadi dahsyat,’ jelasnya sambil tersenyum lebar.

Osso Bucco,
sajian dari daging paha atas sapi yang populer di Italia, di tangan Marco menjelma dalam kreasi yang berbeda. "Daging paha sapi saya ganti dengan daging paha kambing," jelasnya sambil memperlihatkan tampilan hidangan yang cokelat menggiurkan! Berikut ini resep yang ditulis Marco untuk pencinta detikfood.

Lamb Shank Osso Buco

Bahan:
100 ml minyak olive
500 g daging paha belakang kambing (berikut tulang)
50 g bawang Bombay, cincang
50 g wortel, cincang
50 g batang seledri, cincang
50 g tomat merah, celup air mendidih, kupas, cincang
25 g pasta tomat
30 ml red wine, jika suka
3 g daun rosemary
3 g daun thyme
250 ml kaldu

Cara membuat:
  • Lumuri potongan daging kambing dengan merica dan garam lalu diamkan selama 30 menit. Kemudian bedaki dengan tepung terigu lalu goring hingga kecokelatan. Angkat segera dan sisihkan.
  • Dalam panci besar,tumis bawang Bombay dan sayuran cincang lain hingga layu. Tambahkan pasta tomat, dan wine, aduk hingga mendidih dan wine menguap.
  • Tambahkan tomat, bumbu, sedikit garam, merica dan gula pasir, aduk-aduk hingga rata lalu tuangkan kaldu. Masukkan daging kambing.
  • Tutup panci dengan aluminium foil dan panggang dalam oven panas 180 selama 2 jam.
  • Sajikan dengan saffron Risotto dan Sayuran tumis.

Tips:
  • Sajikan osso bucco ini dalam keadaan hangat di atas piring besar. Taruh daging dengan posisi berdiri.
  • Haluskan sisa saus dengan blender lalu percikkan di keliling daging.
  • Untuk memberi kejutan rasa taburkan gramulata (kulit jeruk navel dan peterseli yang dicincang halus).
"Cooking is a passion. A chance to meet friends and an opportunity to meet new friends," kata Chef Marco yang gemar menonton acara olah raga di TV dan menonton film-film terbaru. (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads