Lempah Kuning dari Bangka

- detikFood Senin, 28 Mei 2012 09:34 WIB
Bangka -

Tak pelak lagi, lempah kuning adalah masakan yang paling banyak di-claim sebagai masakan paling khas dan paling populer di Bangka. Di warung, di rumah makan, bahkan sebagai sajian sehari-hari, hingga kini lempah kuning masih merupakan sajian yang paling banyak dimasak di Bangka.

Lempah kuning adalah nama umum yang dipakai untuk menyebut masakan khas ini. Tetapi, untuk menekankan jenis protein yang digunakan, masakan ini juga sering disebut sebagai lempah laut. Dan, karena untuk lempah ikan harus menggunakan nenas, nama lempah nenas pun sering dipakai.

Kehadiran nenas di dalam lempah kuning memberikan aroma yang harum dan juga sedikit rasa asam. Secara umum sebetulnya masakan ini sangat mirip dengan asam pedas di Riau atau pindang di Sumatra Selatan.

Sebagai masyarakat kepulauan yang dikeliling laut dengan kekayaan sumber protein laut yang melimpah, ikan memang merupakan elemen paling penting dalam kehidupan kuliner masyarakat Bangka. Dalam perhelatan pun ikan selalu hadir sebagai sajian penting dan utama.

Sajian ini terasa ringan dan segar karena kuahnya encer. Harumnya blacan (trasi) khas Bangka - khususnya dari daerah Toboali - membuat sajian ini semakin istimewa. Bumbu-bumbunya cukup sederhana - hanya cabai, bawang merah dan putih, lengkuas, dan kunyit - dan lempah kuning dapat disiapkan a la minute secara cepat dan praktis.

Selain ikan laut, daging sapi (khususnya iga/rusuk atau bagian tetelan lain) juga sering dipakai untuk memasak lempah. Tetapi, ada juga lempah vegetarian karena semua bahannya dari sayur-mayur. Lempah sayur ini umum disebut lempah darat atau lempah daret dalam dialek lokal. Sayur yang dipakai umumnya adalah batang keladi (talas), kangkung, kacang panjang, ubi kuning.

Biasanya, untuk lempah darat rempah-rempahnya lebih pekat, agar kuahnya terasa lebih gurih. Ada pula yang menambahkan santan. Bila sayurnya hanya semata-mata jamur, maka masakannya disebut lempah kulat. Di Bangka ada kulat pelawan (jamur yang tumbuh di pohon pelawan) yang istimewa dan mahal harganya. Bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta per kilogram. Lempah kulat wajib dimasak dengan santan.

Sebagai pendamping, lempah kuning biasanya disajikan dengan pucuk ubi (daun singkong) rebus, sambal trasi, atau sambal rusip. Rusip adalah kondimen khas Bangka-Belitung, mirip cincalok atau mencalok di Pontianak dan Riau, yaitu fermentasi ikan-ikan kecil.

Anehnya, sekalipun Bangka-Belitung bersatu di dalam satu provinsi, namun dalam soal penamaan makanan mereka masih saling "bercerai". Masakan yang di Bangka disebut lempah ini di Belitung ternyata bernama gangan atau gangan ketarap. Nama gangan juga lazim dipakai di Kalimantan Barat untuk jenis masakan serupa.

Jadi, sekalipun di Bangka ada lempah laut dan lempah darat, jelas belum ada lempah udara maupun lempah kepolisian. Hehehe...

Ambik belacin garem cabik kecit,
kite ngelempah, kite ngelempah lempah daret,
pucuk idat alar keladi hai lempah daret




(odi/gst)