Upaboga Indonesia
Jumat, 22 Jul 2005 11:28 WIB
Jakarta - Rasanya kita patut bersyukur karena memiliki kelimpahan hasil alam yang memberi banyak kesempatan untuk mengolahnya menjadi hidangan lezat. Rasa syukur inilah yang diwujudkan oleh ibu Suryatini N.Ganie dalam bukunya "Upaboga di Indonesia, Ensiklopedia dan Kumpulan Resep". Dengan penuh kecintaan, ketekunan dan ketelitian, beliau sebagai pencinta kuliner Indonesia mendata beragam istilah tata boga Indonesia dalam buku setebal 334 halaman ini. Pengalamannya sebagai keluarga dekat R.A Kartini dan ahli kuliner mendorongnya untuk melestarikan kekayaan kuliner kita.Buku yang bersampul menarik, kolase aneka bahan dan hidangan dalam nuansa warna merah kuning menyala ini memang patut dikoleksi oleh pencinta kuliner Indonesia. Terbagai atas dua bagian, yang pertama, lebih dari 100 istilah pangan Indonesia dan yang kedua, 45 buah resep. Resep-resep tidak ditaruh dalam bab terpisah tetapi diselipkan sesuai dengan urutan alfabet buku ini. Untuk nama bahan yang berupa tanaman, selalu diulas dengan nama Latin berikut tempat hidup dan ciri-ciri tanaman tersebut. Misalnya, duwet atau juwet (syzygium cumini), buah berwarna ungu kehitaman seperti anggur berbentuk bulat panjang, ternyata dikenal di berbagai daerah dengan nama berbeda. Pohonnya setinggi 20 meter dan berbunga harum. Demikian juga penjelasan tentang buah bacang, anona, kecombrang, tewel atau kara benguk. Sedangkan nama-nama hidangan juga disertai gambar dan beberapa dilengkapi dengan resep plus gambar cantik. Sego begono, olor-olor, roti kadet, gengsah, dan dading diuraikan secara detil. Tak ketinggalan, istilah memasak seperti au bain marie, ungkep, sangrai, racik, tanak, ungkep juga dijelaskan prosesnya. Urusan bahan, mulai dari rempah, aneka dedaunan, tepung, kacang hingga daging diuraikan lengkap dengan gambar dan illustrasi. Foto-foto yang cantik dan desain tata letak dengan warna-warna yang tegas membuat buku referensi ini mudah dibaca. Sayang sekali buku yang diterbitkan oleh PT Gaya Favorit Press tahun 2003 ini, tidak dilengkapi dengan tanda abjad yang jelas seperti layaknya buku kamus atau referensi. Padahal, tiap abjad diberi tanda dengan warna berbeda tetapi masih kurang mudah untuk diingat dan dicari. Untung saja pilihan tipografi yang berukuran cukup besar membuat mudah dibaca sekalipun dibawa ke dapur. Dalam kata pengantarnya penulis menyebut bahwa "makanan itu budaya dan memasak itu seni". Dari perjalanan waktu, belajar dari nol, akhirnya beliau menemukan kecintaan dan keindahan kekayaan kuliner Indonesia. Mungkin Anda bisa belajar banyak dari buku yang satu ini.Upaboga di IndonesiaEnsiklopedia Pangan & Kumpulan ResepSuryatini N. GaniePT Gaya Favorit Press, Jakarta, 2003
(Odi/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN