Suasana asri dengan hijaunya pepohonan dan semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi menyambut kedatangan kami di rumah makan ini. Rumah makan ini menyediakan tempat makan yang sangat luas, dengan beberapa pendopo di alam terbuka dan interior bernuansa Jawa. Kita dapat memilih tempat duduk di ruang utama, beranda, pendopo atau tempat duduk lesehan, sambil menikmati keindahan alam terbuka.
Bagaimana aku tidak tergoda dan penasaran untuk mencicipi nasi pecel ini? Bermula dari suatu acara reuni untuk makan siang bersama di sini. Ketika itu aku tidak dapat ikut menghadiri acara tersebut, karena mendadak ada tugas kantor. Dua minggu setelah acara reuni tersebut, aku mengajak seorang teman mengunjungi rumah makan ini, ternyata kami tiba di sini terlalu sore, rumah makannya sudah tutup. Rupanya aku harus menahan kembali keinginan untuk menyantap nasi pecel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasi pulen yang hangat dan pecel Madiun disajikan dalam pincuk daun pisang. Tak sabar rasanya ingin segera menikmati nasi pecel ini. Bumbu pecelnya terasa pas di lidah, tidak terlalu pedas. Nikmatnya membuat lidah tak berhenti menggoyang dan satu porsi belum dapat memuaskan selera, dengan tanpa sungkan aku menambah satu porsi pecel Madiun. Temanku sempat berkata "Tumben, makannya banyak".
Nasi pecel ini cocok dimakan dengan ayam goreng, dagingnya begitu empuk dan lembut pada bagian dalam dan renyah pada bagian luar, serta bumbunya meresap pada daging. Bakwan jagung, tahu dan tempe bacem menambah kenikmatan makan siang kami. Menu lainnya yang tersedia di sini, adalah rawon, empal goreng dan paru goreng.
Rumah makan ini buka dari pukul 10.00 hingga pada pukul 17.00, dan tutup pada hari Jumat. Apabila berkunjung ke rumah makan ini pada hari Sabtu dan Minggu, sebaiknya datang lebih awal, sebelum jam makan siang atau reservasi terlebih dahulu melalui telepon, agar lebih leluasa untuk memilih tempat duduknya dan menunya pun masih lengkap.
Untuk minuman penutup, aku memesan Dawet Madiun, hmmm... begitu segar dan nikmat, berisi butiran dawet hijau, tape singkong, bubur ketan hitam dan bubur sumsum.
Semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi membuatku enggan beranjak dari pendopo rumah makan ini. Rasa letih dalam menempuh perjalanan yang cukup jauh dan penasaran untuk menikmati pecel Madiun terbayar sudah.
Setelah puas menikmati nasi pecel yang bikin lidah bergoyang dan segarnya es dawet, kami menikmati suasana alam yang asri di belakang pendopo, seakan kami berada di sebuah taman botani yang asri. Nikmat makanannya, asri suasananya.
Pecel Madiun
Jl. Ciater Barat Raya Rawabuntu
BSD, Serpong Tanggerang
Telp (021) 92808171/94430635
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN