Makanan Halal di Ho Chi Minh City

- detikFood Rabu, 16 Jun 2010 17:39 WIB
Jakarta - Awal Februari 2010 kemarin saya ke Ho Chi Minh, kota di Vietnam sebelah selatan yang dulu bernama Saigon. Sebagaimana informasi yang saya terima akan susah kita cari makanan halal, maka informasi itu adalah benar adanya kalau kita tidak berusaha mencari makanan halal itu.Buat saya sebenarnya nggak masalah cuma makan roti aja, maklum lah perut bule haha, tapi yang pasti InsyaAllah saya berusaha agar makanan yang saya makan halal. Dan di HCMC ternyata nggak susah-susah amat buat dapetin tempat makan yang menyediakan makanan halal. Problemnya memang dari sisi harga akan jauh lebih mahal daripada makanan Vietnam yang menyebar di tiap sudut jalan, di pinggir jalan, di pelataran parkir, di taman-taman di mana-mana deh. Tapi ya anggap aja kita makan di mall Jakarta, harganya gak beda jauh, nyaris sama dan sebangun.
 
Pemburuan pertama halal food di HCMC ketika kami baru sampai di sana. Resepsionis hotel yang ramah itu menunjukkan dimana saya bisa cari halal food. Dia ngerti kok, katanya kamu pasti makan makanan halal, ya. Tempat makanan yang dia tunjukkan adalah seputaran  pasar Benh Than yang terkenal itu. Dia bilang kalau di sana ada beberapa warung seafood enak.

Setelah susah payah menerobos pasukan sepeda motor yang begitu banyaknya terkonsentrasi di jalan menuju Ben Than Market (yang ternyata sepeda motor bukan cuma terkonsentrasi di Ben Than tapi menyebar merata di mana-mana di jalan seperti jamur di musim hujan), sampai juga saya di tempat yang dimaksud. Pelayan yang ramai (tapi nggak tau ngomong apaan selain Halal, halal) berhasil mendudukkan kami di warungnya. Tapi setelah membaca daftar menu kami memutuskan hanya memesan minum saja. Tau dong kenapa .

But no problem, it was so nice sitting there sambil lihat motor lalu lalang yang bikin heran karena hari itu sudah malam dan bukan malam minggu, ngapain yaa orang Vietnam itu pada keluar rumah keliling keliling di jalanan naik motor, mana cewe-cewenya  banyak yang masih pakai piyama ?

Di meja depan saya ada bule mupeng bergaya pasukan Harley nggak lupa bawa motor gedenya sedang merayu mojang Vietnam yang putih mulus cantik. Latar belakang  sinetron ala Saigon itu adalah gedung tua kumuh dan lalu lalangnya sepeda motor .  Begitu eksotis ! Apalagi ketika acara perpisahan antara si bule dan si nona. Setelah beberapa kata manis dari si bule dan ciuman di jidat sang nona, lalu si nona balik badan dan berlari kecil, mungkin sudah ditelpon ibunya disuruh pulang. Sementara si bule menyaksikan dengan mata sok sayu, kemudian setelah si nona menghilang ketelan hiruk pikuknya pasar malam dia langsung menyalakan motor gedenya dan meraung-raungkan gas menambah pasokan karbon monoksida di udara malam itu. Setidaknya itu adalah cerita acara makan malam  tanpa ada makanan di meja kami. Suer laper banget, tapi nggak berkutik dengan menu di sana.

Kemudian kami memutuskan balik ke hotel, dan tidak sengaja menemukan  neon sign bertuliskan HALAL ! Alhamdulilah, kami masuk ke rumah makan itu. Tapi ternyata meskipun tulisannya OPEN, rumah makan itu sudah tutup, bo ! Tapi kemudian Ncik Malaysia yang jaga bilang kalau dibawa pulang masih bisa. Oke deh, kita bisa makan di hotel.

Restoran  halal pertama yang kami datangi ada di jalan Pham Hong Thai , namanya VN Halal. Makanannya bervariasi dari makanan Vietnam, Cina dan Malaysia. Saya beli pho vermicelli dengan irisan daging sapi tipis . Rasanya enak dan segar. Saya lupa kisaran harganya. Reasonable, lah.

Setelah malam itu, sempat juga saya ke sana lagi lalu pesan spring roll. Ternyata spring roll-nya digoreng jadi kayak lumpia goreng yang kecil-kecil. Nggak istimewa.

Makanan halal selanjutnya yang kami kunjungi adalah Akbar Ali di  Bui Vien Street. Rumah Makan ini  meyediakan menu masakan India. Di sekitar rumah makan itu juga ada beberapa rumah makan halal yang bisa dicoba. Kalau kita jalan dari Akbar Ali ke arah jalan Nguyen Thai Hoc di ujung jalan Bui Vien juga ada rumah makan halal namanya Shahi Qila, India juga.

Di Akbar Ali kami pesan Mix Palata Kabab, Naan dan Strawberry Lassi. Yang terhidang di meja kami adalah kentang, udang, cumi, ikan  dan ayam  yang semuanya dipanggang lalu disajikan dalam satu wadah hot plate. Menemani kabab, dihidangkan juga bawang merah yang sudah diasamkan, kebayang deh, bawang merah, asam pula. Sempat saya cobain, tapi saya nggak kuat makan bawang merah asam itu.

Naan yang dihidangkan berdiameter mungkin sekitar 25cm, dan kami pesan 2, jadi lumayan banyak juga ternyata. Lassinya asam, manis dan segar. Total yang saya bayar ke kasir VND 133.000, sekitar Rp 65 ribu. Menu itu sudah sangat cukup banyak buat kami berdua.

Rumah makan halal termahal yang saya datangi adalah  Halal@saigon  yang letaknya di jalan Dong Du.Tempatnya kecil, sama lah dengan model bangunan di sana yang kecil tinggi langsing. Interiornya merah menarik dengan foto-foto Saigon jaman dahulu. Masakannya enak. Di situ saya akhirnya cobain Spring Roll Vietnam versi halal. Hehehe, habis selalu menelan ludah lihat makanan yang dijual di kaki lima seperti spring roll, seafood, bermacam makanan seperti siomay, pho yang kelihatan segar banget dengan setumpuk sayur mayur, nyam-nyam, tapi maaf yaaa, mo cari aman aja saya.

Di Halal@Saigon, selain spring roll kami pesan sop asam manis berisi tofu ditambah ikan goreng dengan minuman teh  tarik hangat. Total yang kami bayar lumayan banyak sekitar Rp 150 ribu. Oya, di sana tissu basah musti bayar, ya. Sekitar 2000 Dong.

Pas di seberang Halal@Saigon  ada mesjid yang lumayan besar. Setelah putar-putar HCMC rasanya nyaman sekali bisa membasuh muka dan kaki di sana.

Untuk patokan kalau mau ke Halal@Saigon adalah Hotel Sheraton yang letaknya persis di sebelah mesjid tersebut.

Dalam perjalanan pulang dari China Town ke arah Ben Thanh Terminal, kami melewati jalan Tran Hung Dao. Pada suatu tempat pemberhentian, kirain supir bis sedang tunggu penumpang ternyata kondekturnya turun buat beli makanan di gerobak kaki lima. Setelah saya perhatiin lama-lama, ternyata di gerobak itu tertulis hahal food ! Wah, baru kali ini saya lihat penjual makanan halal yang pakai gerobak dorong. Makanan yang dia jual khas sama dengan gerobak2 kaki lima lainnya. Kayaknya sih semacam pho, spring roll, soimay-siomay-an gitu. Kelihatannya enak juga. Kami berniat datang ke situ keesokan harinya. Oya, letak gerobak itu dekat dengan Mesjid yang jaraknya kira-kira 1 km dari terminal Ben Thanh.

Besoknya kita ke sana. Tapi ternyata penjual gerobak makanan halal tsb. belum datang. Kayaknya emang belum jam tayangnya. Kemarin kita berhenti di sana jam 5 sedangkan saya datang jam 2 an. Ditunggu sampai jam 3 juga belum datang, hehe, niat banget yaa.

Kami menyempatkan sholat ashar di mesjid. Jamaah mesjid kebanyakan orang keturunan Malaysia.Kami ngobrol-ngobrol,  kalau sudah begitu rasanya enak sekali seperti bertemu dengan saudara lama. Salah seorang dari mereka bilang kalau di kawasan sekitar mesjid banyak yang beragama Islam. Dan memang ketika waktu sholat ashar tiba, beberapa jamaah bergegas jalan menuju mesjid.

Sampai selesai sholat ashar di mesjid itu juga belum datang itu gerobak. Akhirnya kami balik lagi ke arah Ben Thanh naik bis no. 1.

Di dekat stasiun ada rumah makan vegetarian. Meski yang punya rada jutek, ternyata makanan yang kami pesan enak juga. Dibanding dengan rumah makan halal yang sudah saya jumpai, rumah makan vegetarian ini jauh lebih murah, segar dan nikmat. Hu huu hu mungkin karena laper banget yaaa.

Saya pesan jamur goreng, pho vegetarian yang isinya tahu, jamur, sawi hijau, wortel dan mie. Kuahnya benar-benar segar dan sepertinya memang baru dimasak ketika kita pesan. Kami juga pesan semacam mie kari, cuma yang ini karinya terlalu encer. Harga yang kami bayar sekitar 60 ribu Dong.

Ada satu tempat yang  selalu kami lewati setiap pergi jalan dan baru perhatikan kalau ada spanduk halal di jendela restonya. Namany Lion City. Ternyata bagian resto yang halal ada di lantai 3. Sebelum makan saya tanya sama waiternya apakah dapurnya dipisah dan dijawab iya.

Kami pesan nasi lemak yang isinya lihat deh di foto, yaitu : nasi yang dimasak dengan santan, sambal, seiiris timun, ikan kecil mungil dan kacang. Sayangnya kacangnya kurang enak. Rasa nasi lemaknya  biasa aja, nggak terlalu enak. Egg toast bread nya lebih enak dan dihidangkan dengan satu ekor ikan sarden. Total dengan minum kami bayar 137rb an Dong. Di situ tissue bayar juga lho. Oya, selagi menunggu menu makanan mereka menyajikan kacang goreng, jangan salah itu nggak gratis, bayar juga hehe

Setelah selesai makan, saya lihat memang setiap lantai ada dapur, tapi dapur yang aktif cuma yang di lantai 1  yang artinya campur dengan Lion City yang lantai 1 dan 2. Wah Walahualam deh, mudah-mudahan semua yang kita makan halal


VN.Halal
14 Pham Hong Thai, Ben Thanh Q1 HCMC. Telp. 38220252

 
Akbar Ali, Indian Restaurant
240 Bui Vien Street, Dist.1 HCMC. Telp. (84-8) 8364205
 
Halal@Saigon
31 Dong Du – Q1 HCMC. Telp. 08 38246823
 
Lion City
45 Le Anh Kuan, Ben Thanh Ward Dist . 1 HCMC



(gst/gst)
Load Komentar ...