Pada World Ocean Day, IKEA Alam Sutera menghadirkan kampanye konsumsi seafood berkelanjutan. Diramaikan juga dengan pengalaman molecular gastronomy yang unik.
Marine Stewardship Council (MSC) mengungkapkan bahwa persediaan seafood sebenarnya berada dalam kondisi terancam untuk 20 tahun ke depan. Jika tak melalui penangkapan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, tak menutup kemungkinan seafood yang bisa dinikmati hari ini akan punah di kemudian hari.
Dalam misi menggaungkan kampanye konsumsi seafood dengan lebih bijak, IKEA menggaet MSC untuk bekerja bersama dalam memperingati World Ocean Day. Bahkan berbagai sajian seafood di restoran IKEA telah mendapatkan sertifikasi sustainability resmi yang bisa dilacak mulai dari habitat hingga penangkapan seafoodnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyambut World Ocean Day, IKEA Indonesia berkolaborasi bersama chef Andri Ishak menghadirkan naniura dengan salmon teregistrasi MSC. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
Seafood sendiri tak hanya bisa dinikmati sebagai sajian makanan yang biasa-l saja. Dalam peringatan World Ocean Day di IKEA Alam Sutera, (9/6/2026), ada chef Andrian Ishak yang terkenal sebagai salah satu ahlinya Molecular Gastronomy ikut bergabung meramaikannya.
Menggunakan ikan salmon bersertifikasi MSC, chef Andrian Ishak menyulapnya menjadi Naniura. Sashimi khas dari Sumatera Utara ini disajikan menggunakan berbagai bumbu dan rempah khas Indonesia.
Cara penyajiannya juga unik, Naniura dikemas dengan kulit renyah yang terbuat dari tempe serta topping dari biji semangka. Selain itu ada juga tekwan yang menggunakan Salmon ball atau bakso dari ikan salmon.
Pada hidangan yang kedua, chef Andrian Ishak menghadirkan bumbu dalam plastik yang dapat dikonsumsi dan larut dalam kuah kaldu. Peserta pada kegiatan ini diharuskan menambahkan sendiri bumbu serta mie yang disiapkan dalam bentuk cair.
Olahan salmonnya menggunakan teknik molecular gastronomy yang dibentuk seolah pot tumbuhan. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
Sebagai menu utamanya, ada Gado-gado yang disajikan dalam pot. Bentuknya benar-benar menyerupai tumbuhan dengan komposisi daun kemangi yang dijadikan pohon kecil, tanah yang terbuat dari salmon dan tempe bacem, serta gado-gado di bagian dalamnya.
Uniknya, cara menikmati hidangan ini ialah harus menghancurkan lapisan yang tampak seperti tanah. Mengaduk seluruh komponennya dan menyantapnya selayak gado-gado pada umumnya.
Tak berhenti di sana, chef Andrian Ishak juga punya menu penutup yang tak kalah juara. Ada Matcha Meringue yang direndam dalam liquid nitrogen sehingga ketika dikunyah akan mengeluarkan asap dingin dari dalam mulut dan hidung.
Es Doger yang identik dengan penjual gerobakan, juga dibuat lebih interaktif oleh chef Andrian Ishak. Toppingnya yang dituang langsung dari liquid nitrogen meledak-ledak membuat para peserta heboh.
Saat menikmati es doger, chef Andrian Ishak juga membuat kejutan dengan hujan liquid nitrogen. Area restoran IKEA Alam Sutera dipenuhi asap putih yang dingin untuk menutup sesi pengalaman Molecular Gastronomy yang spesial.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN