Mengintip Syuting 'Cooking Adventure'
Kamis, 08 Nov 2007 11:33 WIB
Jakarta - Melihat Pak William membuat Nasi Kismis ala Yaman terlihat sangat gampang. Bau rempah yang ditumis harum menggelitik hidung, benar-benar mengundang selera. Kami pun harus berkali-kali menelan air liur. Kesempatan istimewapun datang. Mencicipi Nasi Ksimis buatan pak William yang hangat mengepul. Rasanya? Hmm... sedap!Belum lama ini, detikfood berkesempatan istimewa melihat syuting dari acara kuliner Pak William Wongso, yaitu 'The ABC of Cooking Adventure with William Wongso'. Seperti suasana syuting pada umumnya, kabel, lampu dan kamera bertebaran di lokasi syuting yang bertempat di Ranch Cooking's School, Pondok Indah ini. Sayangnya syuting yang dimulai sejak jam 11.00 siang, terpaksa ditangguhkan sampai hujan mereda. (karena memakai system rekam langsung maka suara hujan dan petir bisa ikut terekam).Tapi tampaknya para kru sudah terbiasa dengan kondisi ini. Beragam aktivitas pun dilakukan sambil menunggu redanya hujan. Ada yang menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan-bahan resep. Bahkan ada yang tergopoh-gopoh mengambil ember karena langit-langit bocor dan meneteskan air hujan. Suasana yang tadinya tenang, kini menjadi hiruk pikuk oleh adanya kejadian ini. Di salah sudut tampak Olga Lydia dan beberapa kru sedang asyik mendengar celoteh Pak William bercerita mengenai perjalanan ke Yaman. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan antara Pak William, Olga dan seluruh kru sangat jelas terpancar. Penantian yang panjang pun akhirnya berakhir. Hujan mereda bersamaan dengan para kru yang bersiap-siap di posisinya masing-masing. "Anda kembali menyaksikan Cooking Adventure with William Wongso," celoteh Olga riang membuka acara. "Resep kali ini adalah inspirasi dari perjalanan Yaman kemarin bersama tim 'adventure'," tutur Pak William sambil menebar senyum. Wah, ternyata resep yang dimaksud adalah Nasi Kismis. Saya yang menonton pun tak sabar dan penasaran, seperti apa Nasi Kismis itu? Untuk memasak Nasi Kismis ini haruslah berupa nasi pera (nasi yang agak keras). Pertama-tama Pak William memasukkan beras yang telah dicuci bersih dan diberi air sedikit. Hmm... untuk menciptakan tekstur 'keras' tersebut, air yang dimasukkan pun tidak terlalu banyak. "Nah, kemudian masukkan sepotong kecil kayu manis, sedikit cengkeh, kacang mete dan kismis sesuai selera saja," ujar Pak William sambil memperagakan tahapannya. Disela-sela mendemokan masakan, beliau pun tak pelit dalam membagi pengetahuan seputar cara mengurai bahan baku, survei pasar, hingga rahasia pengolahan. "Wah setelah ini apa Pak?" tanya Olga tak sabar. "Sehabis ini masukkan potongan butter ke dalam rice cooker. Lalu aduk-aduk agar butter menyatu dengan beras," jelas Pak William sambil sibuk mengaduk. "Wah... harumnya," ujar Olga sambil mengendus-endus. Ternyata tak hanya olga, para kru termasuk saya yang berada di ruangan tersebut pun menjadi lapar akibat bau harum tercampurnya nasi dan mentega. Maklum suasana dingin akibat hujan dan tiupan AC di ruangan syuting."Yak... cut," teriak sang produser tiba-tiba. Saya yang tak terbiasa dengan syuting pun menjadi kaget. Wah wah... ternyata beginilah syuting untuk sebuah acara. Dimana suatu adegan dipotong lalu disambung ke adegan lain dengan jeda tertentu. Untuk adegan selanjutnya, ternyata agak sulit. Bagaimana tidak? Nasi kismis matang yang telah disediakan dari awal pun dikeluarkan untuk menggantikan yang didalam rice cooker. "Soalnya kalau nunggu yang tadi dibuat bakal lama. Makanya selalu disediakan yang telah jadi dulu," bisik salah satu kru pada saya. Oala... jadi ternyata begitu toh? Masalahnya, adegan ketika nasi matang haruslah terlihat mengepul layaknya nasi yang tengah matang. Berbagai ide pun dikeluarkan dan dipraktekkan, tapi tampaknya kurang berhasil. Sampai akhirnya salah seorang mendapatkan ide memasukkan dry ice untuk mendapatkan efek 'mengebul' pada nasi. Benar saja, dry ice yang dimasukkan dalam rice cooker ternyata mampu memberikan efek luar biasa. Ketika rice cooker dibuka asap pun keluar mengebul dari dalam seolah-olah baru saja matang. Wah, siapa yang menyangka jika asap itu adalah tipuan visual? Apalagi ketika tiba saat Olga harus mencicipi makanan tersebut. Tentu saja nasi menjadi dingin, tapi mau tak mau Olga pun harus menyantap nasi dingin akibat dry ice tersebut. Kami pun tak bisa menahan diri, tawa tertahan dan senyuman pun tersungging di bibir para kru dan juga saya yang menyaksikannya. "Wah pemirsa, harus cobain Nasi Kismis ini. Hmm rasanya enak sekali..." ujar Olga sambil menyatap sang Nasi Kismis dingin. "Nah, saksikan terus Cooking Adventure with William Wongso," imbuhnya lagi menutup episode 'Yaman' ini. Setelah kata 'cut' diteriakkan oleh sang produser, para kru langsung mengabadikan tiap hidangan dengan kamera. Tak ketinggalan saya pun ikutan 'klik...klik' sambil ikutan icip-icip kemudian. Wah, rasanya saya sungguh iri dengan para kru yang bisa mencicipi makanan olahan Pak William setiap kali syuting. Proses syutingpun dilanjutkan dengan membuat Cap Cay ala Peranakan atau 'Baba' Singapura hingga hidangan Indonesia seperti Touge Goreng dan Salad Daun Kecombrang. Tentunya semua resep tersebut makin lezat dan unik karena berasal dari pengalaman yang didapat pak William ketika berpergian baik di dalam negeri maupun luar negeri. Beliau pun kemudian 'mengemas' ulang masakan tersebut dengan 'style' dan gaya fine dining yang lebih modern. Pokoknya semuanya jadi terlihat makin mudah, cantik dan rasanyapun sangat lezat!Tak terasa setelah mengikuti proses syuting hari itu (3 episode masing-masing 2 resep) hingga selesai perut pun jadi kenyang. Jika Anda ingin tahu seperti apa resep-resep kreasi pak William dan tips-tipsnya, silakan saja klik www.metrotvnews.com. Yang paling afdol, saksikan saja secara langsung tayangan 'The ABC of Cooking Adventure with William Wongso', tiap hari Sabtu pagi jam 08.30 - 09.00 di layar MetroTV tentunya! Nah, selamat menonton ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN