Sate Lilit Mak Rame Khas Jembrana yang Kondang Lezatnya Sejak 1970

ADVERTISEMENT

Sate Lilit Mak Rame Khas Jembrana yang Kondang Lezatnya Sejak 1970

Tim detikfood - detikFood
Minggu, 20 Nov 2022 16:30 WIB
Sate lilit
Foto: iStock
Bali -

Lebih dari 50 tahun sate lilit ikan buatan Mak Rame ini memanjakan lidah pelanggannya. Satenya tebal seperti sosis dengan bumbu rempah yang sedap.

Salah satu ciri khas sate lilit buatan Mek Rame adalah ukurannya yang lebih besar dari sate lilit umumnya. Bentuknya menyerupai sosis. Selain sate lilit, Mek Rame juga menyajikan menu pepes ikan laut yang tak kalah nikmat.

Mek Rame menceritakan, dirinya mulai berjualan sate lilit sejak 50 tahun lalu. Namun, ketika itu ia jualan keliling di sekitar Pasar Adat Lelateng hingga Kelurahan Banjar Tengah Jembrana dengan berjalan kaki.

"Dulu keliling saya jualan dengan keranjang, karena umur saya kini jualan di rumah saja," tuturnya kepada detikBali12/11).

Warung sate lilit Mek Rame di Jalan Danau Sentani, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/11/2022). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).Warung sate lilit Mek Rame di Jalan Danau Sentani, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/11/2022). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali). Foto: Warung sate lilit Mek Rame di Jalan Danau Sentani, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/11/2022). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).

Sate lilit Mek Rame merupakan salah satu kuliner legendaris sejak 1970-an di Jembrana, Bali. Sate lilit olahan ikan laut buatan Wayan Rame (75) itu menjadi menu makan siang andalan di Kota Negara.

Mek Rame mengaku, resep masakan sate lilit miliknya didapatkan dari almarhum orang tuanya. Karena cita rasa yang ditawarkan konsisten, hingga kini Mek Rame memiliki banyak pelanggan setia.

"Katanya sih enak, terutama sate lilit yang ukurannya besar ini sangat disukai pelanggan, apalagi dinikmati dengan lontong serta sambel," tutur Mek Rame di sela-sela berjualan, Sabtu (12/11/2022)

Kini, sate lilit buatan Mek Rame dapat dijumpai di warung sederhananya yang berlokasi di Jalan Danau Sentani, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Warung kecil berukuran 2x3 meter ini buka mulai pukul 11.00 Wita hingga masakannya habis terjual.

Sate lilitSate lilit khas Bali. Foto: iStock

Sejak tahun 2000-an, Mek Rame jualan sate lilit di rumah dan dibantu oleh menantunya. Hanya saja, Mek Rame tetap menjadi juru adon alias tukang masak utamanya. Sementara sang menantu membantu saat berjualan saja.

"Padahal saya sudah ajarkan sama persis cara membuat masakannya, namun pelanggan saya bilang rasanya berbeda. Ya terpaksa saya yang buat, menantu yang bantu menjual di warung," tuturnya.

Salah seorang pelanggan setia warung Mek Rame, I Ketut Suparna (46) mengatakan, dirinya sangat menyukai sate lilit buatan warung tersebut. Bahkan, ia mengaku menjadi pelanggan setia sejak Mek Rame jualan sate keliling.

"Dulu sering beli saat Mek Rame jualan keliling, biasanya mangkal di Pasar Lelateng. Semenjak jualan di rumah saya sering makan siang di sini," katanya.

Sate lilit Mek Rame berukuran besar dengan tekstur yang lembut. Itulah sebabnya, sate buatan Mek Rame juga cocok dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa.

Soal harga, menu makanan yang ditawarkan di warung Mek Rame juga cukup bersahabat. Satu sate lilit dengan lontong serta sambal cuma Rp 10 ribu. Namun jika ingin membeli bijian, cukup bayar Rp 3 ribu. Menu lainnya, yakni pepes ikan laut juga seharga Rp3 ribu.

Kisah Mak Rame berjualan sate lilit bisa dilihat di artikel ini!



Simak Video "Bikin Laper: Resto Pasta Mungil yang Hits di Kemang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT