Segarnya Bisnis Es Kuwut Kekinian, Omzetnya Bisa Rp 20 Jutaan/Bulan!

ADVERTISEMENT

Segarnya Bisnis Es Kuwut Kekinian, Omzetnya Bisa Rp 20 Jutaan/Bulan!

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood
Kamis, 17 Nov 2022 21:21 WIB
skuwud.indonesia
Foto: Instagram/@skuwud.indonesia
Jakarta -

Pernah dengar es kuwut? Es yang satu ini merupakan salah satu minuman yang populer di Bali. Dalam bahasa lokal, kuwut berarti kelapa, sehingga jika diartikan es kuwut adalah es kelapa.

Namun, berbeda dengan es kelapa pada umumnya, es kuwut biasanya dicampur dengan bahan lainnya seperti melon, selasih dan perasan jeruk nipis. Sehingga rasanya pun lebih segar. Penasaran ingin cicip rasanya es kuwut tanpa harus repot-repot ke Bali? Buat yang tinggal di daerah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, kini kesegaran es kuwut bisa kamu rasakan lewat S'Kuwud Indonesia.

Pemilik S'Kuwud Indonesia, Nurzahara Amalia bercerita usaha ini awalnya dibangun lantaran dirinya kesulitan mencari es kuwut asli khas Bali. Hal inilah yang akhirnya membuat ia dan suami berjualan es kuwut dengan merek S'Kuwud Indonesia.

"Awalnya saya dan suami bingung mau usaha apa, mau jualan apa. Akhirnya kepikiran untuk jualan es kelapa bali atau biasa dikenal es kuwut, karena saya sendiri suka es kuwut," katanya kepada detikcom baru-baru ini.

"Selain itu, saya juga kesulitan mencari es kuwut yang asli di sekitar saya. Es kuwut yang benar-benar pakai air kelapa asli dan bener-bener seger. Jadi, saya dan suami sepakat untuk jualan es kuwut dengan nama brand S'Kuwud Indonesia," lanjutnya.

Berbeda dari es kuwut yang dijual di pasaran, Nurzahara menyulap es kuwut menjadi minuman kekinian dengan pengemasan yang modern. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan praktis mengonsumsinya.

"Saya melihat banyak masyarakat Indonesia suka dengan air kelapa muda, mungkin karena selain segar juga memiliki khasiat menyehatkan. Namun, baru sebagian kecil yang memanfaatkan air kelapa muda menjadi minuman kekinian. Saya dan suami memanfaatkan peluang itu mengemas minuman berbahan dasar kelapa muda menjadi minuman kekinian," katanya.

"Produk S'Kuwud cocok untuk segala kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Karena bahan2 yang digunakan alami. Kalau untuk orang tua biasanya beli air kelapa muda murni untuk obat. Jadi, sekarang masyarakat juga bisa mengkonsumsi kelapa muda dengan lebih praktis dan higienis," sambungnya.

skuwud.indonesia Foto: Instagram/@skuwud.indonesia

Selain es kuwut, Nurzahara juga menjual minuman kelapa kekinian lainnya, seperti es kelapa susu aren, es coklat kelapa, es teh kelapa, pure coconut water, dan lain sebagainya. "Selain minuman, kami juga menjual produk makanan berbahan kelapa muda seperti puding kelapa dan klapertart," ungkapnya.

Usaha yang dimulai saat pandemi, tepatnya pada November 2021, saat ini telah memiliki dua outlet. Adapun outlet pertama berada di Jl. Merpati Raya No.69 Sawah Baru Ciputat, Tangsel. Sementara outlet kedua di Jl. Karya Utama No.14 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel.

Dalam satu bulan, diakui Nurzahara, dirinya bisa menjual 1.500 hingga 2.000 pcs dengan omzet Rp 20 hingga Rp 27 juta sebulan. Meski terbilang laris, namun ia mengatakan masih mengalami banyak kendala, termasuk keterbatasan modal hingga SDM.

Meski demikian, Nurzahara mengaku tetap optimistis mengembangkan usaha ini. Berbagai upaya pun dilakukan salah satunya dengan mengikuti program KraftHeinz Foodservice Institute: Kembangkan Bisnis Kulinermu vol.2.

"Salah satu keterbatasan yang saya rasakan adalah terbatas networking dan wawasan tentang menjalani bisnis. Untuk itu, saya ikut Program KraftHeinz Foodservice Institute untuk menambah wawasan," katanya.

Lewat program ini, Nurzahara dapat memperoleh berbagai masukan sehingga terpacu untuk lebih inovatif dalam membangun bisnisnya.

"Mendapat insight baru dan dapat suntikan semangat untuk terus mengembangkan usaha. Perkembangan yang dirasakan lebih untuk pengembangan diri bagaimana untuk terus kreatif dan inovatif menjalani usaha," tutupnya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT